
Majma Fuqoha Jawa adalah organisasi kumpulan para Fuqoha di Indonesia. Majma Fuqoha Jawa artinya adalah tempat berkumpulnya para Fuqoha dari Jawa. Berikut ini laporan Pemred menaramadinah.com Husnu Mufid ;

Kata Fuqoha merupakan jamak dari Faqih yang artinya ahli fikih atu ahli hukum Islam. Kata Jawa bukan merujuk pada Pulau Jawa tetapi merupakan sinonim dari kata Nusantara atau Melayu. Para ulama di Makkah dan Timur Tengah pada abad ke 19 Masehi menyebut dalam kitab-kitabnya kata “Jawi” (Orang Jawa) untuk sinonim “Orang Melayu” atau “Orang yang Berasal Dari Nusantara.
Majma’ Fuqaha Jawa didirikan di Demak pada tanggal 31 Januari 2026. Para pendiri Majma Fuqoha Jawa adalah para pakar hukum Islam dari Indonesia di antaranya:
1. K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani (Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum Kresek Tangerang Banten)
2. K.H. Abbas Bili Yahsyi (Pengasuh Pondok Pesantren Nadwatul Ummah Buntet Cirebon)
3. K.H. Wahib Mahfudz (Pengasuh Pondok Pesantren Jetis Kebumen)
4. K.H. Ja’far Shodiq Fauzi (Pengasuh Pondok Pesantren Abu Syamsuddin Batu Ampar Madura)
5. K.H. Nur Ihyak Hadinegoro, Surabaya
6. K.H. Abdul Ghalib Madura
7. DR. K.H.R. Ubaidillah Tamam Munji (Pengasuh Pondok Pesantren Asshuffah Rembang)
8. K.H. Muharrar Hudari (Pesantren Al-Arbain Demak)
9. K.H. Faqih Mudawam Hadinegoro (Pesantren sunan Ngerang Nahjatussalihin Ketua MUI Rembang)
10. K.H. Ja’far Shiddiq (Pesantren Riyadul Huda Majalengka)
11. K.H. Mahfudz Saleh Al-Hafidz (Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jatirogo Tuban)
12. K.H. Umar Sonhaji Brebes
13. K.H. Ahmad Ghazali (Pesantren Assaadah Tangerang Selatan Banten)
14. K.H. Rofiq Masykur (Pesantren Futuhiyah Ali Masykur Wonosobo)
15. K.H. Abdul Jalil Masbahah (Pesantren Darussalam Mijen Semarang Mursyid Naqsyabandiyah Khalidiyah)
16. K.H. Ahmad Matori (Bahsul Masail PCNU Semarang)
17. K.H. Drs. Saifuddin Zuhri (Ponpes I’anatuttalibin Blimbing Malang)
18. K.H. R. Ahmad Hasan (Pesantren Benda kerep Cirebon)
19. Gus Aziz Jazuli
20. Kiayi Salim Qornadi Grobogan
21. Profesor K.H. Abdul Aziz Karang Anyar.
Majma Fuqoha Jawa menyelenggarakan pertemuan yang disebut “Nadwah” untuk membahas hukum Islam dari permasalahan baru yang muncul di tengah masyarakat. Dalam setiap Nadwah para Fuqoha berkumpul di tempat yang disepakati untuk membahas permasalahan waqi’iyah (real) yang terjadi ditengah masyarakat yang dirasa perlu untuk ditetapkan hukumnya dengan segera. Dalam Nadwah itu para Fuqoha memberikan pandangannya yang disertai dengan dalil-dalil yang rajih (kuat). Setelah itu para fuqoha bermusyawarah untuk menyatukan pandangan-pandangan yang berbeda dan kemudian diputuskan dalam suatu “Qararat Majma’ Fuqoha Jawa” (keputusan-keputusan Majma Fuqoha Jawa).
Jika dalam hasil keputusan itu terkait dengan pemerintah maka dalam Qararat itu dimuat pula rekomendasi Majma’ Fuqoha Jawa untuk pemerintah.menge
