Letkol( Purn ) KH Yusuf Hasyim Komandan Banser Nasional Pertama dan dua Ulama Kharismatik KH Maimoen Zubair dan KH Abdulloh Abbas Menerima Penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden.

JAKARTA – Letkol (Purn) KH Yusuf Hasyim Komandan Nasional Banser Pertama dan tokoh pejuang Kemerdekaan Tentara Hisbullah ( Putra Hadrusech KH Hasyim Asy’ari salah satu Muasis NU ) dan Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang,
menerima anugerah tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Selain Pak Ud panggilan akrab paman Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ) ada dua ulama Kharismatik KH Maimoen Zubair Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dan KH. Abdullah Abbas seorang ulama yang besar di Jawa Barat, Pengasuh Pondok Pesantren Buntet di desa Mertapada Kulon, Astanajapura, Cirebon Jawa Barat, pernah menjabat Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ahli waris yang mewakili menerima anugerah tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden

KH Yusuf Hasyim diterima KH Irfan Yusuf,
KH Maimoen Zubair diterima KH Idror Maimoen dan
KH Abdullah Abbas diterima KH Mustahdi Abdullah Abbas

“Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan anugerah tanda kehormatan kepada almarhum Abah kami,” ujar Gus Idror,Senin (25/8). Ia menegaskan pesan Mbah Moen agar ilmu dan pendidikan pesantren selalu dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sebagai putra bungsu, Gus Idror sejak kecil dididik langsung oleh Mbah Moen di Pesantren Al-Anwar, kemudian memperdalam ilmu di Makkah bersama Sayyid Ahmad Bin Muhammad Bin Alawy Al Maliki. Sekembalinya ke tanah air, ia turut membantu ayahnya mendidik santri dengan kajian kitab Arab, fiqih, dan hadits.

Sementara KH Mustahdi Abdullah Abbas yang mewakili KH Abdulloh Abbas Singa dari Buntet Cirebon, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan tersebut. Sebab, ini bukan semata apresiasi terhadap orang tuanya, tetapi juga kepada pesantren dan dunia pendidikan Islam dan bangsa secara umum.

“Itu berarti bangsa kita adalah bangsa yang besar karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawan dan pendahulu yang telah berjuang tanpa pamrih,” ujarnya.

“Harapan kami penghargaan ini dapat menumbuhkan semangat keikhlasan, karena salah satu keistimewaan almarhum (KH Abdullah Abbas) di antaranya adalah keikhlasan yang kini semakin sulit ditemukan,” lanjutnya.

Adapun tokoh-tokoh NU lain yang juga mendapat anugerah tanda jasa dan kehormatan dari Presiden Prabowo adalah sebagai berikut.

1.KH Miftachul Achyar
2.KH Anwar Iskandar
3.Gus Saifullah Yusuf
4.Prof.KH Asep Saefuddin Chalim
5.KH Abdul Ghofur
6.KH Muhammad Makshum
7.Juri Ardiantoro
8.Ainun Najib

Sebagaimana diketahui Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda jasa dan kehormatan kepada 141 tokoh. Anugerah tanda jasa dan tanda kehormatan itu diberikan ke berbagai kalangan, termasuk menteri dan mantan menteri, pejabat tinggi negara, tokoh masyarakat, seniman, dan profesi lainnya.

Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para penerima.

Acara penganugerahan tanda kehormatan ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025) dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Secara keseluruhan, 117 tokoh nasional menerima anugerah tanda jasa dan kehormatan dari Presiden Prabowo. Para penerima berasal dari beragam profesi dan latar belakang, termasuk menteri, tokoh pers, budayawan, hingga aparat keamanan. Salah satu tokoh yang mendapat penghargaan secara anumerta adalah Jenderal Hoegeng Imam Santoso, yang diterima oleh ahli warisnya.

Upacara penganugerahan tanda kehormatan turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan anggota Kabinet Merah Putih. Di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Menlu Sugiono, serta Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy Indra Wijaya.

Hadir pula pimpinan lembaga negara seperti Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.*Imam Kusnin Ahmad*