
Perwakilan Paguyuban Pelangi Hetta M. Latumetten menegaskan, perjuangan masyarakat akan terus berlanjut hingga pemerintah Kota Cirebon meninjau ulang kebijakan tersebut.
“Berkaca dari Pati, kenapa kita tidak bisa seperti mereka? Kami akan berjuang sampai kapan pun. Dari awal 2024 kami sudah bergerak, bahkan sampai ke Presiden dan Mendagri, dan mereka sudah mendengar aspirasi kami,” ujarnya.
Hetta menyebutkan, hampir seluruh wilayah Kota Cirebon mengalami kenaikan PBB minimal 100%, namun sering dianggap tidak berdampak karena nominalnya relatif kecil.
Sejak Januari 2024, Paguyuban Pelangi telah menggelar aksi jalanan, menyampaikan aspirasi ke DPRD hingga audiensi ke pemerintah pusat. Namun, perubahan yang dirasakan warga masih minim.
Paguyuban Pelangi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mendukung perjuangan ini, agar suara warga Cirebon mendapat perhatian serius.
(MM)
