
BLITAR-Drs.H. Riyanto MM, ditunjuk sebagai Wakil Rais Pengurus Idaroh Syu’biyyah Jam’iyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Annahdliyah ( JATMAN ) Kabupaten Blitar, menggantikan salah satu wakil ketua pengurus yang wafat.
H.Riyanto yang kini juga menjabat sebagai Bupati Blitar ditunjuk menjadi wakil ketua Idaroh Syu’biyyah, karena selama ini ia menjadi pengamal dan anggota thoriqoh Naqsabandi Kholididiyah dibawah bimbingan Mursyid KH
Harun Syafi’i pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibiin Bacem,Sutojayan,Kabupaten Blitar.
Ia ditunjuk menjadi Wakil rais pada saat Rapat konsolidasi Idaroh Syu’biyyah JATMAN se Kabupaten Blitar yang bertempat di rumah dinasnya Bupati Blitar Sabtu 28 Juni 2025. Ini perjalan yang komplit, setelah pernah menjadi Ketua PSBI ( Persatuan Sepak Bola Indonesia ), Ketua IPSI, Pramuka,Bupati Blitar dua kali. Kini ditunjuk sebagai pengurus JATMAN Kabupaten Blitar dan lainnya.
Sementara itu H.Riyanto dalam sambutannya selaku tuan rumah mengatakan JATMAN, Atau Jam’iyyah Ahlit Thoriqoh Almu’tabaroh An-Nahdliyyah, merupakan Organisasi dibawah naungan NU yang menghimpun para pengamal thoriqoh, sebagai sarana para mursyid untuk lebih mengefektifkan pembinaan terhadap para murid atau santri.
” Juga sebagai forum untuk menjalin ukhuwah nntar sesama pengamal ajaran thoriqoh dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan dan robithoh (persambungan) terhadap guru ursyid,” ujar H.Riyanto.
“JATMAN, yang juga badan otonom NU, tentu mempunya peran yang sangat dtrategis dalam ikut menata umat dan pemberdayakan masyarkat,” tambahnya.
Peran Ini, lanjut mantan Camat Wlingi,Kademangan dan Nglegok ini,tidak bisa diabaikan, mengingat situasi dan masa sekarang dimana persoalan semakin kompleks dan pemerintah daerah tidak akan mampu berjalan sendiri tanpa peran serta masyarakat terutama Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) dan seluruh badan otonomnya, seperti JATMAN Ini.
“Para mursyid dan ulama thoriqoh yang tergabung dalam JATMAN, selama Ini juga terus konsisten menjaga hubungan dengan pemerintah daerah (termasuk dalam acara Ini). Ikut menjaga kondisifitas daerah sehingga Kabupaten Blitar tercintai ini dalam kondisi yang damai, nyaman dan teduh.
“Selamat berkonsolidasi, semoga tetap terjaga silaturrohmi dalam bingkai ridlo Illahi,” pungkas H.Riyanto.
Acara Konsolidasi ini dihadiri Ketua PC NU KH Muqorrobin dan Ketua BAZNAS H. Akhmad Husain, KH Harun Syafi’i,KH Diya’uddn Azam-Zami juga dihadiri oleh para mursyid,para muqoddam, para badal, para Imam Khususi, para Khulafa’, para Imam Hailalah dan Para Pemimpin Jamaah Thoriqoh.
Mewakili Idaroh Syu’biyyah Jatman Kabupaten Blitar KH Yusuf Jalal, menyampaikan Rapat Konsulidasi pengurus Syu’biyah ( Cabang ) ini digelar setelah pengurus Idaroh Syu’biyyah JATMAN Kabupaten Blitar berhasil membentuk 22 pengurus Ghusniyah JATMAN ( PAC atau Kecamatan ) se Kabupaten Blitar.
” Alhamdulillah wa syukurillah 22 pengurus Ghusniyah JATMAN se Blitar sudah terbentuk,” kata KH Yusuf Jalal.
“Perlu kami sampaikan bahwa acara ini mengandung maksud dan tujuan,tertama menyambung silaturrohim diantara pengamal thoriqoh. menguatkan perana pengurus dalam mengelola JATMAN
nembuka dialog dan ruang saling tukar fikiran
mendekatkan JATMAN dengan bapak bupati, sebagai Kepala Pemerintah Daerah sehingga terjalin hubungan yang baik dan bermanfaat untuk JATMAN khususnya dan NU serta umat Islam pada umumnya, apalagi bapak Bupati Riyanto Ini adalah pengamal Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah,” ungkapnya.
Perlu juga kami sampaikan, lanjut Kiai Yusuf Jalal, bahwa yang hadir pada konsolidasi Ini adalah :
Para Mursyid, para Muqoddam, para Badal, para Imam Khususi, para Khulafa’, Para Imam Hailalah dan para pemimpin Jamaah Thoriqoh.
“Kami secara khusus menghadirkan para pengurus Idaroh Ghusniyyah ini, Yang terdiri dari lima unsur Thoriqoh, yakni Qodiriyah Wannaqsabandiyah, Naqsabandiyah Kholidiyah, Syadziliyah, Tijaniyah dan Thoriqoh Sathoriyah,” tambah Kiai Yusuf Jalal.
Disamping memperkenalkan mereka pengurus masih baru dibentuk, belum Ber-SK dan belum dikukuhkan juga untuk sersama-sama dengan Idaroh Syu’biyyah ber-Ihtiyar menumbuhkan Ghiroh perjuangan dalam mengembangkan JATMAN di Kabupaten Blitar dengan semboyan Memasyarakatkan Thoriqoh dan Menthoriqohkan Masyarakat .
“Yang terahir dalam kesempatan Ini, kami atas nama aakil jajaran Mustafad atau Mustasyar kalau di NU mengukuhkan Bapak H.Riyanto sebagai Rois menggantikan antar waktu karena ada Rois yg wafat,” tutup KH Yusuf Jalal.
Sementara itu KH. Muqorrobin Ketua PCNU Kab. Blitar, mengatakan PCNU sekarang sedang Turba ke MWCNU-MWCNU termasuk materinya mengenalkan masuknya BANOM baru, yaitu JATMAN. ”
0rang – orang JATMAN itu dekat dengan Allah kerena istiqomah dzikir dan sangat mendukung NU dengan ihlas. Sehingga keberadaannya sangat menjadi motivasi kuat untuk kebaikan NU kedepan,” katanya.
NU tanpa JATMAN lanjut alumni Ponpes Lirboyo Kediri ini, bagai sayur tanpa garam. Raga tanpa jiwa. Jasmani tanpa rohani.” Kami minta JATMAN untuk memulai digitalisasi administrasi ditengah dunia yang semakin maju pesat,” pintannya.
Komentar Para Tokoh.
*KH. Harun Syafi’i (mursyid)*” JATMAN bagaikan pohon-pohon yang berjejer indah dan
Para pejabat Blitar sudah banyak yang masuk thoriqoh termasuk bupati.
*KH. Diya’audin Azam-Zami (mursyid)* . ” Blitar harus kompak dan Jadi contoh daerah lain,”.
*Alwi (Kabag Kesra)*.”
Ghusniyah segera dilantik.Kesra siap menfasilitasi kegiatan Jatman.*Imam Kusnin Ahmad*
