Konflik Parkir Surabaya FSMI Madura dengan Walikota didukung PMI Madura

Surabaya-menaramadinah.com-Setelah kemarin mengancam Walikota Eri Cahyadi untuk melumpuhkan Surabaya lewat demo besar besaran yang akan dilaksanakan pada 16-20 Juni 2025.

Kini  Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI) berubah total tidak jadi menggelar aksi  terkait penertiban juru parkir (jukir) liar.

Setelah audiensi bersama Pemkot Surabaya FSMI mendukung Program Pemkot Surabaya dan penertiban parkir liar serta  menjaga kondisifitas Surabaya.

Lebih lanjut, Baihaki tokoh FSMI, mengatakan, kegiatan penertiban lahan parkir yang sebelumnya dilakukan telah menimbulkan konflik sosial di media sosial. Karena telah menghina Suku Madura, mengingat tidak semua orang Suku Madura bertindak seperti itu, sehingga harapan kami tidak ada lagi konten-konten yang dapat menimbulkan stigma negatif terhadap salah satu suku,” ujar Baihaki kepada wartawan.

“Seluruh program yang telah dilakukan Pemerintah Kota Surabaya adalah memberikan kesejahteraan maupun kemajuan kepada warganya, dan itu pasti kita dukung bersama karena ini juga merupakan salah satu bentuk menghormati pemerintah daerah,”

Koordinator aksi FSMI Surabaya, Baihaki menilai penertiban jukir liar di Kota Surabaya cukup membuat gaduh, terutama di media sosial. Oleh karena itu, pihaknya memberikan sikap protes terhadap Pemkot Surabaya.

Sementara dari pihak Aliansi Pemuda Madura Integritas (PMI) yang sesama Maduranya Toriq Abdullah mengatakan, mendukung penuh  Eri Cahyadi Walikota Surabaya  dalam menegakkan ketertiban dan menindak tegas berbagai pelanggaran peraturan daerah (Perda), khususnya terkait praktik parkir liar dan premanisme.

“Kami dari Pemuda Madura Integritas berkomitmen menjaga ketertiban dan keamanan di Kota Surabaya. Oleh karena itu, kami Aliansi Pemuda Madura Integritas menyerukan, mendukung Pemkot Surabaya menegakkan peraturan daerah terkait dengan penertiban parkir liar di Surabaya,” kata Toriq.

Lebih jauh, Toriq menyoroti pentingnya kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari aksi-aksi premanisme yang kerap mengganggu ketertiban umum. Ia menilai bahwa negara harus bersikap tegas terhadap kelompok-kelompok yang berpotensi menimbulkan keresahan.

“Kami mendukung langkah Pemkot Surabaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warganya, termasuk memberantas perilaku premanisme dalam bentuk apapun,”ujarnya.l

Sedangkan Walikota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, soal penertiban parkir liar  dilakukan sebagai respons atas berbagai keluhan dari masyarakat.

Sebelum melakukan operasi penertiban, Wali Kota Eri Cahyadi memimpin apel gabungan di halaman Balai Kota Surabaya, Selasa.

Apel gabungan diikuti jajaran dari Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kodim 0830/Surabaya, Lantamal V Surabaya, serta sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kota Pahlawan.

(MM)