KASEPUHAN GELAR SESAJI PANCASILA DI TULUNGAGUNG

 

Tulungagung, 7 Juni 2025. Acara sesaji/metro Pancasila dan ruwatan agung masyarakat Pancasila yang digelar di dusun Ringin sari desa Ringin pitu berjalan cukup khidmat. Acara ini digelar untuk menghormati dan menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas pemberian tuntunan hidup melalui insan pilihan Tuhan yakni Bung Karno yaitu Pancasila.

Menurut budayawan Blitar yang ikut menyiapkan rangkaian sesaji/metro Pancasila dan rumawatan agung masyarakat Pancasila ini rencana digelar pada tgl 5 ml 6 bertepatan dengan hari beton Pancasila lahir 1 Juni 1945 yaitu hari jum’at wage, akan tetapi bersa maan dengan hari raya Idul Adha oleh sebab itu diundur pada tgl 7 Juni. Sesaji sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan memetri sebagai bentuk menghormati dan mengingat hari lahirnya Pancasila.

Dalam acara sesaji/memetri yang dikemas dalam bentuk tembang macapat mijil dilanjutkan wedharan Pancasila yang dikemas dalam tembang macapat Dhandhanggula. Dalam kupasannya ki Maryani menjelaskan bahwa Pancasila yang utuh merupakan dasar untuk pembangunan tatanan budi yang sejati. Lima sila menjadi kesatuan sebagai dasar manusia untuk melakukan segala aktifitasnya. Setiap perilaku manusia harus bisa dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan selalu menghargai setiap umat Tuhan untuk menuju pada persatuan.

Persatuan merupakan bentuk bhineka Tunggal Ika diibaratkan tubuh manusia. Semua organ manusia mempunyai tanggungjawab dan tugas masing-masing yang selalu berhubungan untuk membentuk tubuh menjadi harmonis.

Dicontohkan kaki tugas melangkah tangan mengambil mulut mengunyah lidah merasakan dan lambung menampung dan mengolahnya. Hasil olahan dikirim ke seluruh tubuh agar baktinya kepada Tuhan dalam hidup mencapai keharmonisan.

Menurut Ki Maryani bhineka tunggal Ika merupakan kodrat Tuhan yang ditunjukkan melalui semua umatnya. Pengamalan Pancasila tidak boleh dipotong potong tetapi menjadi satu kesatuan yang utuh dalam setiap perbuatan.

Hadir dalam acara tersebut kepala dinas pariwisata dan budaya Tulungagung. Dalam sambutannya menyatakan apresiasi terhadap acara ini yang di fasilitasi secara pribadi oleh ibu Sri Wahyuningati bersama paguyuban Napas Nusantara.

Prosesi acara diawali dengan kirab Merah Putih dan Garuda Pancasila menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh yang hadir.

Acara ini juga dihadiri oleh pirukunan Kasepuhan Jawa Kawedhar, Sapta Dharma, komunitas Gunung Budeg, Masyrakat adat Nusantara (MATRA), FPK Jatim, padhepokan Pangrukti Pancasila Merah Putih PaKasa dan para pelaku, pemerhati budaya dari Malang, Blitar, Trenggalek, kediri, Pacitan, Ponorogo, Nganjuk, Mojokerto dan juga eyang Supriyadi.

Setelah sesaji/ metri dilanjutkan Ruwatan Agung Masyarakat Pancasila yang dipimpin oleh sesepuh Jawa Dipa Ki Sugito dari Trenggalek