Lima Keutamaan Menyantuni Anak Yatim Di Bulan Suci Ramadan.

BLITAR – Bulan Ramadan merupakan bulan yang memiliki kemuliaan dan keutamaan bagi umat muslim di penjuru dunia. Keberkahan bulan suci Ramadan dapat diraih dengan berbagai macam ibadah yang dilaksanakan dengan hanya mengharap ridha Allah SWT.

Menurut konsep ibadah, selain ibadah secara langsung kepada Allah SWT atau Hablum minallah, umat muslim juga diperintahkan melaksanakan ibadah dengan cara menjaga hubungan baik sesama manusia atau hablum minannas.

Pada dasarnya, hablum minannas dan hablum minallah sama-sama bertujuan untuk mengharapkan ridha dari Allah SWT. Oleh karena itu, menyeimbangkan hablum minannas dan hablum minallah adalah suatu kebutuhan sekaligus keharusan bagi seluruh umat manusia.

Salah satu ibadah yang tergolong hablum minannas adalah bersedekah kepada anak yatim. Apalagi dibulan Ramadan, menyantuni anak yatim akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda bagi yang melaksanakannya.

Ranting II Muslimat NU Desa Bakung- Udanawu -Blitar bersama dengan donatur melaksanakan acara itu. Yang dikemas dengan buka bersama yang digelar pada Selasa (18/03/2025) dirumah Bapak Mohammad Tsabit.

Ada 26 anak yatim yang disantuni. Mereka dari satu desa Bakung. ” Ini rutin dilakukan setiap Ramadan,” ujar Hj. Anifaturrohmah usai Acara Santunan.

Selain dibulan Ramadan, kegiatan santunan anak yatim juga dilaksanakan setiap bulan Muharram.

Menurut panitia acara, kegiatan santunan kali ini diikuti 26 anak yatim yang tersebar di Desa Bakung saja. Di koordinir panitia Muslimat NU, acara inti santunan berlansung ± 15 menit. Selain dari Muslimat ada juga donatur secara bergantian memberikan santunan. Diiringi shalawat, para donatur berjalan berurutan memberikan sedekahnya.

Kegiatan berjalan dengan penuh rasa haru bahkan tak sedikit para jamaah dan donatur yang hadir meneteskan air matanya.

Ketua Ranting Muslimat NU Bakung II Hj. Anifaturrohmah menyampaikan
beberapa keutamaan menyantuni anak yatim, yang juga termuat dalam Al-qur’an dan Hadist.

Beberapa keutamaan menyantuni anak yatim di bulan Ramadan diantaranya adalah sebagai berikut :1. Mendapat Pahala Karena Menyayangi Sesama.

Menyayangi anak yatim di bulan Ramadan akan mendatangkan pahala untuk kita. Sebab hal tersebut dapat membuat Allah turut menyayangi kita serta dijauhkan dari segala perbuatan buruk. “Apabila hal ini dilakukan secara terus-menerus selama bulan Ramadan, maka kita akan mendapat kasih sayang dari Allah SWT,” ungkapnya.

2.Dihapuskan Dosanya oleh Allah. Nabi Muhammad SAW teladan kita semua, yang diriwiyatkan Imam Muslim, mengatakan
“Sedekah itu tak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.”

Dengan melihat penjelasan tersebut, kita tahu bahwa menyantuni anak yatim di bulan Ramadan senantiasa diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

3.Menjalankan Sunnah Rasul.Menyantuni anak yatim berarti kita turut menjalankan salah satu amalan yang disunnahkan oleh Rasulullah, khususnya di bulan Ramadan. Sebagai umat muslim, kita mengetahui bahwa Rasulullah bukanlah seseorang yang hidup dengan bergelimang harta. Namun, beliau tetap membantu sesama dengan apa yang beliau miliki. Sebab itu, menyantuni anak yatim adalah keutamaan yang dimuliakan Allah.

4.Tercukupi Segala Kebutuhan. Menyantuni anak yatim di bulan Ramadan dengan bersedekah, tidak menyebabkan seseorang menjadi kekurangan harta. Di samping itu, Allah SWT berjanji bahwa harta yang diberikan kepada anak yatim nantinya akan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik. Sesuatu tersebut akan membuat segala kebutuhan tercukupi, terhindar dari siksa neraka dan segala kekurangan.

Hal senada juga diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Thabrani, Shahih At Targhib Al Albani bahwa: “Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua Muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.”

5.Merupakan Amal Kebaikan yang Sempurna. Tidak hanya berpuasa ataupun yang lainnya, menyantuni anak yatim juga dapat dilakukan untuk menggapai ibadah yang sempurna. Tentu saja hal tersebut harus dilaksanakan dengan keikhlasan. *Imam Kusnin Ahmad*