Gus Ipul : Dari Target 100 Sekolah, Ingin 40 Sekolah Rakyat Berdiri Di Wilayah Jatim.

.SURABAYA–Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia segera merealisasikan program Sekolah Rakyat mulai tahun 2025 ini. Dari itu, total ada 100 sekolah yang ditarget berdiri tahun ini.

Dari data tersebut, di Jawa Timur sendiri diharapkan ada 40 sekolah yang bisa berdiri. “Kami inginnya di setiap kabupaten kota masing-masing satu provinsi itu sekurang-kurangnya memiliki dua,” ujar Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, usai rapat koordinasi dengan kepala daerah se-Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu 9 Maret 2025 malam.

Karena itu, mantan Walikota Pasuruan ini minta dukungan seluruh kepala daerah di Jatim untuk bisa membantu menyediakan tempat agar pelaksanaan tersebut dapat bisa segera berjalan.

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu mengaku, bahwa Kemensos memiliki aset gedung yang siap digunakan di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Hanya saja, untuk Jatim pihaknya tidak memiliki aset

Lebih lanjut, Kemensos telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk pembangunan gedung baru namun membutuhkan waktu. “Satu-satunya yang tidak punya itu di Jatim karena dulu aset-aset Kemensos diserahkan semua kepada provinsi. Sekarang mungkin di tempat enggak di tempat Bu gubernur ini mungkin insya Allah, nanti kita coba lihat, kita periksa dulu lah,” tutur Gus Ipul.

Tak hanya itu, pihaknya juga bekerja sama dengan kampus-kampus yang ada di Jatim sehingga dapat menampung lebih banyak siswa dari kalangan warga miskin maupun miskin ekstrem.

Sedangkan untuk pendukung lain seperti ketersediaan guru ia memastikan sudah sangat siap. “Untuk kurikulumnya sedang digodok teman-teman di Kemendikti,” tandasnya.

Mantan Wagub Jatim itu menjelaskan, gagasan Sekolah Rakyat ini merupakan ide Presiden Prabowo Subianto untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia. Salah satunya, memberikan pendidikan gratis dengan sistem boarding school bagi anak dari keluarga miskin hingga miskin ekstrem sesuai data dari Kemensos.

Sesuai rencana, satu sekolah diharapkan dapat menampung 1.000 orang Siswa.*Imam Kusnin Ahmad*