
Catatan Tri Handoyo.
Baru baru ini saya menulis artikel tentang Presiden Jokowi secara nendadak. Artikel saya ini paling banyak mendapat tanggapan positif di berbagai grup wa. Alhamdulillah, artinya berdampak.
Namun ada satu grup wa yg membuat saya dikeroyok oleh para pendengki Jokowi.
Mungkin anda pendukung Jokowi, tapi anda bukan pecinta Jokowi sebenarnya. Karena pecinta jika ada tindakan JOKOWI yang salah dan tidak etis harus dikritik, diluruskan dan bahkan perlu di kecam.
Tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah yang paling terpenting dari hanya sekedar para politis yg mementingkan diri, keluarga dan koalisinya. Kecuali kita hanya sekedar jadi Jongos individu atau partai.
Para penyerang postingan saya di atas itu jelas para pendengki Jokowi akut. Spesies mata lalat yg hanya mampu melihat dgn sebelah mata.
Mereka adalah jongos ternakan yg disetting pabrik utk selalu mencari kesalahan Jokowi. Pokoknya apa pun peristiwa tdk baik yg terjadi, itu harus menjadi salahnya Jokowi.
Sampai Jokowi sdh pensiun pun masih terus dihajar fitnah. Ya harap maklum.
Beliau hanya orang biasa yg memiliki cita-cita mulia buat bangsa dan negara.
Ini yg membuat para bajingan antek asing dendam kesumat hingga berupaya mati-matian menghancurkan reputasinya, dan bahkan seluruh keluarganya.
Orang yg mencoba meluruskan fitnah, akan dituding penyembah mulyono. Dituduh fanatik buta. Dituduh bayaran.
Memangnya para pembenci dan pendengki itu pahlawan buat bangsa dan negara? Apa kontribusimu buat negara? Memangnya berpihak kpd kebenaran yg tulus ikhlas?
Jokowi adalah manusia merdeka yg tdk mudah didikte dan diintervensi oleh pengkhianat negara.
Beliau rela berkorban asalkan demi kepentingan bangsa dan negara. Itu yg membuat sbagian besar rakyat respek dan mendukung beliau. Rakyat yg mencintai kemerdekaan.
Yg anti jokowi biasanya orang bermental jongos ternakan, yg empuk utk dicekoki narasi kebencian.
Kalau para pendngki saja antusias dan smangat menyebarkan kebencian, masak yg meluruskan fitnah gak boleh.
