FEB UNEj Teken Kerjasama dengan Kemenkeu RI, Lakukan Pendampingan 250 BUMDes di 3 Kabupaten

 

Jember, 27 Juni 2024-Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (UNEJ) menandatangani kerjasama dengan Kementrian Keuangan Republik Indonesia, salah satunya untuk melakukan pendampingan kepada 250 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di 3 kabupaten diantaranya Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, (27/06/2024) di Ruang Ir. Soekarno – Hatta, FEB UNEJ, kegiatan itu dihadiri 250 Direktur Bumdes dari 3 kabupaten sekaligus mengikuti Workshop Pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) 2024.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Isti Fadah, M.Si., CRA., CMA. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, mengatakan, Kerjasama dan Workshop ini bertujuan untuk memberikan literasi kepada masyarakat, khususnya para pengelola BUMDes, “Belajar tidak harus menempuh dengan Pendidikan formal, melainkan dengan Workhop seperti ini, Literasi dan lompatan-lompatan supaya para peserta memiliki skill seperti yang diharapkan, dan menjadi Direktur bagi BUMDes yang terbaik, jika dikelola dengan baik maka desa tersebut akan sejahtera”katanya.

Lalu Ia memaparkan, di Kabupaten Jember telah banyak BUMDes yang telah tampak aktifitasnya, ia mencontohkan di desa Darsono, terdapat kolam renang yang dikelola BUMDes hanya dengan tiket masuk Lima Ribu Rupiah, dengan fasilitas 3 kolam renang dan lokasinya sejuk dan asri.

“Jadi memang salah satunya bisa membuat atau mendisain Desa Wisata, Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan juga seluruh Indonesia, itu sebetulnya negeri bak surga, para turis asing masuk ke Indonesia enggan pulang ke negaranya, karena keindahan Indonesia,”jelasnya.

Ia berharap, kepada para perserta jangan berinfestasi pada satu usaha saja, melainkan harus pandai berinfestasi pada banyak usaha untuk meminimalisir tingkat kerugian.

“Ada teori portofolio *_the punch egg in one gasket_*, jangan taruh telur dalam satu keranjang, jadi kalo satu pecah akan pecah semua, jadi harus disebar, kalo punya modal jangan taruh infestasi di satu tempat, takutnya kalua itu rugi maka habis, demikan pula di BUMDes, jangan hanya membuka satu layanan saja, tapi harus beberapa,”terangnya.

Sementara itu, Jaka Sucipta, Direktur Dana Desa, Insentif, Otonomi Khusus, dan Keistimewaan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia mangatakan pula dalam sambutannya, pendampingan BUMDes ini tidak terlepas dari bagaimana pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur ini memiliki kontribusi yang sangat besar skala nasional.

“Kontribusi pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sangat besar dalam skala nasional, jadi kira-kira mencapai sekitar 14,6%, hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup konsisten di wilayah Jawa Timur pada semester pertama atau tri wulan pertama ini, tumbuh 4,8%,”jelasnya.

Lalu ia mengatakan, salah satu factor pendukung tumbuhnya perekonomian ini adalah sector-sektor pengolahan, pariwisata, kemudian ekonomi kreatif dan juga indutri pertanian maupun perkebunan, itu semua adanya di level desa.

“Tentu pertumbuhan ekonomi ini mampu memberikan kesempatan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan juga didorong oleh bergeraknya UMKM di tingkat Desa,”ulasnya.

Hadir pada acara itu, Jaka Sucipta, Direktur Dana Desa, Insentif, Otonomi Khusus, dan Keistimewaan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Dirgohaju Widodo, Kepala KPPN Jember, Mustafa Kemal Fahsya, Spesial Assignment Spesialis PT. LPEI, Kurnia, Ketua Tim Reguler Pengelolaan Dana Desa, Tony Wahyu Poernomo, Kadiv.

Penyaluran Pembiayaan II, PIP., Endah Binawati, dan Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa, Jawa Timur, dan Ir. Budi Sarwoto, M.M., Kepala Dinas PMD Prov. Jatim. (is)