Catatan Tulisan Tangan Ayah Bung Karno, Sebut Soekarno Lahir 1902

Kediri-menaramadinah.com-Haul Bung Karno Ke-54 di Situs Rumah Masa Kecil Pre Soekarno Ds. Pojok Kec. Wates Kab. Kediri ungkapkan data dan tulisan tangan Raden Soekeni ayah Bung Karno yang mencatat dengan jelas Soekarno lahir, 06 Juni 1902.

Hal ini disampaikan dalam sesi sarasehan bertajuk Haul Bung Karno Ke-54, doa bersama lintas agama dan Penjernihan Sejarah Kelahiran Bung Karno.

Materi terkait tema tersebut disampaikan oleh Kushartono dengan menggunakan slait proyektor.

“Umumnya selama ini yang kita kenal, kan Bung Karno lahir, 06 Juni 1901. Nah, kami menemukan dokumen catatan tangan ayah Bung Karno, tertulis 1902. Selain itu, catatan buku induk Technische Hogeschool (saat ini Institut Teknologi Bandung) juga tertulis lahir 06 Juni 1902. Dua dokumen yang sama ini kita foto copy dan kita bagikan,” ujar Kushartono.

Pria yang juga Ketua Departemen Pendidikan Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia yang Dijiwiai Manunggalnya Keimanan dan kemanusiaan ini juga membuka bahwa catatan stambuk sekolah Soekarno di HBS (Hoogere Burgerschool) Surabaya juga tercatat Soekarno lahir 1902.

“Jadi catatan tangan orang tua, data sekolah di HBS Surabaya, catatan buku induk di THS Bandung semua sama, 1902. Lo, kalau buku-buku sejarah mencatat lahir 1901 ini sumbernya mana. Ini yang menjadi pertanyaan, dan kita ingin mendapat pencerahan,” papar Kus.

Guru sejarah SMPN 4 Pare Hendro Widjonarko menegaskan bahwa penemuan ini cukup menarik dan menurutnya dokomen kelahiran Soekarno 1902 cukup kuat.

“Jika dokumen-dokumen yang dipaparkan ini falid, maka semua buku sejarah yang menulis Soekarno lahir 1901 akan runtuh dan harus direvisi,” tandas Pria yang juga penulis buku sejarah Tentara Genie Pelajar (TGP) Pare.

Sarasehan in juga di hadiri oleh Ki Sutartno Ketua Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Kota Kediri), Bhakti Dewanto Pengurus Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Jakarta (DHD 45), Hendro Widjonarko, guru sejarah SMPN 4 Pare dan Ki Budi Pengurus Purwaning Dumadi Kautaman Kasampurnan (PDKK ) Kab. Kediri yang turut menjadi pembicara.* Surya