Kirap Titik Nol Memperkuat Kelahiran Soekarno di Ploso Jombang Dulu Karesidenan Surabaya

Kirap Titik Nol di Desa Rejoagung Kec. Ploso Jombang diberangkatkan oleh Kadisbud Jombang pada Minggu. 23 Juni 2024 kemarin. Seperti apakah ceritanya. Berikut ini laporan Husnu Mufid Pemred menaramadinah.com :

 

Di Hari Haulnya Soekarno atau nama kecilnya Koesno diperingati oleh warga Desa Rejoagung  Kec. Ploso Kab Jombang dengan mengadakan Kirab Titik Nol pada Minggu, 23 Juni 2024 kemarin.

Kirab Titik Nol Soekarno itu dimulai dari  rumah kelahiran Soekarno Gang Buntu dan kini   sudah tinggal pondasi. Sumur dan kamar mandi itu. Malahan jadi kandang Kambing.

Dari Gang Buntu Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang saat Soekarno masih bayi itu,  Kirab Titik Nol itu dimulai pemberangkatannya. Warga menyambut dengan gembira disepanjang  Jalan Raya Ploso.

Kemudian Kirab Titik Nol  menuju Sekolah Ongko Loro tempat ayah Soekarno yaitu  Raden Soekeni Sosrodihardjo mengajar. Dilanjutkan  ke lokasi Sekolah Desa tempat Soekarno  bersekolah melewati bekas Kantor Kawedanan Ploso

Selanjutnya rombongan Kirap Titik Nol menuju  Langgar Kedung Turi tempat Soekarno  mengaji, dan berakhir di Kantor Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Ada yang menarik diacara Kirap Titik Nol itu adalah adanya penggambaran suasana pada tahun 1950-an saat Presiden Pertama RI, Ir Soekarno ke Ploso dan bertemu warga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadiisdikbud) Kabupaten Jombang, Senen  mengatakan, Kirab Titik Nol merupakan yang pertamakali  dilaksanakan dan mendapat sambutan luar biasa dari warga Desa Rejoagung Kec. Ploso Jombang.

“Saya berharap kirab ini menjadi bentuk pengakuan dari masyarakat bahwa  Soekarno  memang dilahirkan di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang,”ujarnya.

“Ini penting, karena bagaimanapun yang tahu ceritanya adalah masyarakat di sekitar rumah lahir Soekarno. Walaupun sekarang sudah generasi kedua, tapi saya yakin orang tuanya pasti menceritakan,”ungkap Senen Kadisbud yang peduli terhadap peninggalan Sejarah Soekarno.

Lebih lanjut Kadisdikbud Jombang Senen berharap, kegiatan seperti itu semakin memperkuat cerita bahwa Soekarno lahir di Ploso Jombang. Dirinya telah mengumpulkan data-data berupa  dokumen kepindahan ayah Soekarno  ke Ploso maupun dokumen tulisan tangan ayah Soekarno  yang menyatakan lahir pada tanggal 6 Juni 1902.

Senen menegaskan, bahwa  rumah kelahiran Soekarno di Gang Buntu Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang akan ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat kabupaten.

Sedangkan, kerabat   Pembina Situs Persada Soekarno Dalem Pojok, Wates, Kediri, Kuswartono menyatakan, tedapat cerita di keluarga yang menyebutkan  nama yang berkaitan dengan kelahiran Soekarno.

Menurut Kuswartono, yang ‘ngurusi’ bayi adalah Mbah Suro. Kemudian yang ‘nanam’ ari-arinya adalah Sumo. Ini menunjukkan bahwa Soekarno benar benar lahir di Ploso Jombang.

Begitu juga warga setempat banyak yang mendengar dari kakek dan buyutnya bahwa Soekarno lahir di Ploso Jombang yang dulu masuk Karesidenan Surabaya.