
Kemudian Kirab Titik Nol menuju Sekolah Ongko Loro tempat ayah Soekarno yaitu Raden Soekeni Sosrodihardjo mengajar. Dilanjutkan ke lokasi Sekolah Desa tempat Soekarno bersekolah melewati bekas Kantor Kawedanan Ploso
Selanjutnya rombongan Kirap Titik Nol menuju Langgar Kedung Turi tempat Soekarno mengaji, dan berakhir di Kantor Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.
Ada yang menarik diacara Kirap Titik Nol itu adalah adanya penggambaran suasana pada tahun 1950-an saat Presiden Pertama RI, Ir Soekarno ke Ploso dan bertemu warga.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadiisdikbud) Kabupaten Jombang, Senen mengatakan, Kirab Titik Nol merupakan yang pertamakali dilaksanakan dan mendapat sambutan luar biasa dari warga Desa Rejoagung Kec. Ploso Jombang.
“Saya berharap kirab ini menjadi bentuk pengakuan dari masyarakat bahwa Soekarno memang dilahirkan di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang,”ujarnya.
“Ini penting, karena bagaimanapun yang tahu ceritanya adalah masyarakat di sekitar rumah lahir Soekarno. Walaupun sekarang sudah generasi kedua, tapi saya yakin orang tuanya pasti menceritakan,”ungkap Senen Kadisbud yang peduli terhadap peninggalan Sejarah Soekarno.
Lebih lanjut Kadisdikbud Jombang Senen berharap, kegiatan seperti itu semakin memperkuat cerita bahwa Soekarno lahir di Ploso Jombang. Dirinya telah mengumpulkan data-data berupa dokumen kepindahan ayah Soekarno ke Ploso maupun dokumen tulisan tangan ayah Soekarno yang menyatakan lahir pada tanggal 6 Juni 1902.
Senen menegaskan, bahwa rumah kelahiran Soekarno di Gang Buntu Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang akan ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat kabupaten.
Sedangkan, kerabat Pembina Situs Persada Soekarno Dalem Pojok, Wates, Kediri, Kuswartono menyatakan, tedapat cerita di keluarga yang menyebutkan nama yang berkaitan dengan kelahiran Soekarno.
Menurut Kuswartono, yang ‘ngurusi’ bayi adalah Mbah Suro. Kemudian yang ‘nanam’ ari-arinya adalah Sumo. Ini menunjukkan bahwa Soekarno benar benar lahir di Ploso Jombang.
Begitu juga warga setempat banyak yang mendengar dari kakek dan buyutnya bahwa Soekarno lahir di Ploso Jombang yang dulu masuk Karesidenan Surabaya.
