“hati hati dan waspada 2024 adalah ajang pertarungan kelompok kanan dan kelompok kiri”

Catatan Gis Kampung : Miskan Turino

Peristiwa pilgub DKI dan isu isu PKI, Kafir non Kafir, Yaman Kadrun, Cebong, Kampret, Dungu, Akal Sehat, Pribumi non Pribumi dst…

Kemudian dimunculkannya gerakan Wahabi, HTI dst…

Semua yg tersebut diatas adalah adalah sebagai indikator aktifnyanya operasi CIA dalam rangka menciptakan konflik horisontal untuk menggagalkan laju pembangunan Indonesia Maju.

CIA telah memasang proxy proxynya dari kelompok kanan antara lain :
1. Tokoh2 yang pro barat seperti SP, JK, AB, AT, FZ, RG, GN, HRS dkk..
2. HTI, FPI, GNPF wa ala alihi…
3. Dalang anakan (SP) dan wayang kertasnya (Bacapres dan Bawacapresnya)…
4. Dst….

Kemudian kelompok kiri pun tidak mau kalah, mereka melawan dengan gerakan politik ekonomi, salah satu beberapa gerakannya adalah membangun IKN (sbg sarana kompetisi di pasar uang internasional).

Membangun akses jalan tol dan semua akses pergerakan ekonomi bersambung di segala penjuru propinsi yang didominasi oleh investor
Tiongkok, termasuk kereta cepat…

Melawan blok barat dan UE dengan cara memutus tali rantai dominasi perdagangan disektor pertambangan dan energi khususnya row material….

Lalu disektor politik global, mereka melawan dengan cara memobilisasi negara internasional dengan isu kerjasama berbasis kesetaraan, pun tak kalah pentingnya kawasan Asia Tenggara khususnya negara2 ASEAN telah termobilisasi dengan baik sehingga mereka mengikuti langkah Indonesia melalui program hilirisasi maupun program penggunaan mata uang Asean dalam transaksi bilateral maupun multilateral, termasuk sebagian negara eropapun juga mengikuti langkah Indonesia.

Rakyat Indonesia sudah waktunya cerdas dalam melihat maupun menyikapi kondisi dinamika atau perkembangan kehidupan sosial ekonomi dan politik nasional maupun geopolitik global….

Jadilah rakyat yang bergerak dan sensintif (subjek), jangan jadi rakyat yang hanya digerakkan seperti robot (objek) agar tidak selalu jadi sasaran politik pembodohan, karena klimaksnya di 2024, Indonesia adalah sebagai tempat pertarungan hidup mati bagi kelompok kiri dan kelompok kanan.

Oleh karenanya kita jangan sampai terseret dalam pusarannya, jadilah supporter yang baik dan cerdas agar tragedi kemanusiaan 38 tahun lalu tidak tetulang kembali.

Semoga Allah tidak marah…

Salam,
Miskan Turino.