Arema FC Tutup Laga Super League 2025/2026 dengan Kemenangan Meyakinkan 3-1 atas PSIM Yogyakarta.

YOGJAKARTA — Arema FC menutup kompetisi Super League 2025/2026 dengan kemenangan impresif 3-1 ketika menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat malam. Kemenangan ini sekaligus menjadi hadiah manis bagi suporter Aremania.

Sejak awal pertandingan, Arema langsung mengambil inisiatif serangan. Pada menit ketiga, Joel Vinicius membuka keunggulan dengan memanfaatkan bola hasil rebutan Dalberto di lini pertahanan PSIM. Vinicius yang datang dari garis kedua melepaskan tembakan tanpa pengawalan yang tak mampu diantisipasi kiper Cahya Supriadi.

Memasuki babak kedua, Arema memperlebar jarak menjadi 2-0 di menit ke-49 melalui Dalberto Luan. Pemain asing ini lolos dari kawalan ketat berkat umpan terobosan akurat dari Betinho dan dengan tenang menaklukkan penjaga gawang PSIM.

Unggul dua gol seakan membuat Arema lengah. Hanya dalam tiga menit berikutnya, PSIM memperkecil ketertinggalan lewat Deri Corfe yang memanfaatkan umpan operan pendek di pertahanan Arema menjadi gol, membawa skor menjadi 2-1.

Pertandingan berlangsung sengit dengan jual beli serangan dari kedua tim. Arema akhirnya memastikan kemenangan ketika Valdeci mencetak gol ketiga pada menit ke-89. Berawal dari umpan panjang Adi Satryo, bola mengalir ke Dalberto yang kemudian mengoper ke Valdeci. Gelandang ini melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu dihalau Cahya Supriadi.

Pada laga sore tadi,
Arema FC memperlihatkan dominasi kolektif dengan formasi 5-4-1 yang solid terutama di lini tengah dan pertahanan. Kreativitas di lini depan seperti dari Joel Vinicius dan Dalberto menjadi kunci penciptaan peluang. Meski sempat lengah hingga kebobolan, Arema menunjukkan ketenangan dan kualitas individu yang mampu menutup pertandingan dengan hasil maksimal.

PSIM Yogyakarta yang tampil dengan pola 4-2-3-1 mampu tampil kompetitif dengan tekanan dan serangan balik cepat, tetapi kurang maksimal dalam memaksimalkan peluang yang ada. Gol Deri Corfe menjadi bukti kapasitas mereka untuk mengejar ketinggalan, meski akhirnya tidak cukup untuk menghindari kekalahan.

Kemenangan ini menjadi penutup manis musim kompetisi bagi Arema FC, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri menjelang kompetisi berikutnya. Sementara PSIM harus melakukan evaluasi dalam menghadapi musim depan dengan mengantisipasi kebobolan dini yang menjadi salah satu faktor kekalahan.

Susunan Pemain:

Arema FC (5-4-1): Adi Satryo; Rio Fahmi, Maia, Betinho, Julian Guevara, Johan Ahmad Farizi; Dalberto, Matheus Blade, Arkhan Fikri, Gabriel Silva; Joel Vinicius
Pelatih: Marquinhos Santos

PSIM Yogyakarta (4-2-3-1): Cahya Supriadi; Rio Hardiawan, Franco Mingo, Jop van der Avert, Yusakuu Yamadera; Ze Valente, Ghulam Fatkur; Ezequiel Vidal, Savio Sheva, Riyanto Abiyoso; Deri Corfe
Pelatih: Jean-Paul van Gastel.*Imam Kusnin Ahmad*