
MOJOKERTO–Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang terletak di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Acara akbar ini direncanakan berlangsung pada tanggal 1 hingga 5 Agustus 2026. Pengajuan resmi disampaikan melalui surat kepada Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU di Jakarta pada 21 Mei 2026.
Pengasuh pesantren sekaligus Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), KH Asep Saifuddin Chalim, menyatakan kesiapan dan komitmen fasilitas serta dukungan penuh untuk menyukseskan perhelatan tertinggi organisasi NU ini.
“Kami berharap diberikan kesempatan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Amanatul Ummah siap secara lahir maupun batin untuk mendukung agenda besar jam’iyah Nahdlatul Ulama,” ungkap KH Asep (22/5/2026).
Lebih jauh, KH Asep menegaskan, Muktamar NU bukan sekadar agenda organisasi semata, melainkan momentum strategis penting untuk memperkuat persatuan umat, kaderisasi ulama, serta menentukan arah peradaban Islam Nusantara.
Ia menjelaskan, “Muktamar adalah forum strategis yang menentukan arah khidmah Nahdlatul Ulama ke depan. Karena itu, kami ingin berkhidmah dengan memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik kepada warga Nahdliyin,” ujar Kiai yang pernah menjadi Ketua Umum JKSN (Jaringan Kiai dan Santri Nasional) ini.
Kawasan Pacet, menurut KH Asep, memiliki nilai strategis sebagai lokasi Muktamar karena didukung oleh lingkungan pesantren yang kondusif dan aksesibilitas yang relatif mudah dari beragam wilayah di Pulau Jawa.
“Lingkungan pesantren memberikan suasana spiritual dan kekhidmatan yang sesuai dengan tradisi NU. Selain itu, Mojokerto juga berada di kawasan strategis dan mudah diakses,” tambah mantan Ketua PCNU Surabaya ini.
Pondok Pesantren Amanatul Ummah telah menyiapkan fasilitas penunjang memadai untuk kegiatan berskala nasional seperti Muktamar NU.
Di antaranya adalah Masjid Raya Abdul Chalim tiga lantai, guest house, student center yang mampu menampung sekitar 4.000 peserta, klinik modern tiga lantai, area parkir yang luas, serta berbagai gedung pendidikan bertingkat dalam kompleks pesantren.
Dukungan fasilitas tambahan juga berasal dari MBI Amanatul Ummah, MTs dan MA Hikmatul Amanah, serta Universitas KH Abdul Chalim, yang menyediakan gedung perkuliahan, wisma, apartemen mahasiswa, masjid, dan gedung entrepreneurship.
Pengajuan Amanatul Ummah sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU memperlihatkan prinsip strategis yang kokoh: memadukan tradisi pesantren yang mendalam dengan kesiapan infrastuktur dan pelayanan modern.
Pilihan lokasi yang kaya nilai spiritual dan intelektual ini secara simbolis meneguhkan komitmen NU dalam menjaga akar tradisi sekaligus beradaptasi dengan dinamika kontemporer.
Keberadaan fasilitas yang lengkap dan representatif mendukung efektivitas penyelenggaraan Muktamar yang memerlukan ruang sidang, penginapan, serta pelayanan kesehatan dan logistik yang paripurna.
Kesiapan infrastruktur ini menjadi kunci keberhasilan acara serta kenyamanan peserta yang berasal dari seluruh Indonesia dan bahkan internasional.
Pondok Pesantren Amanatul Ummah juga cocok sebagai pusat konsolidasi kader dan ulama karena reputasinya yang solid dalam dunia pendidikan dan dakwah NU.
Dengan dukungan pemimpin pesantren yang juga aktif di organisasi NU, sinergi antara aspek spiritual dan administrasi Muktamar diharap dapat berjalan optimal.
KH Asep berharap Muktamar menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, mengokohkan organisasi, dan memperkuat peran NU dalam menjaga keutuhan bangsa dan merawat Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
“Kami ingin Muktamar NU menjadi ruang persatuan dan musyawarah para ulama serta kader terbaik NU,” tutur KH Asep dengan penuh harap.
Meski demikian, tantangan teknis dan logistik tentu harus disiapkan secara matang mengingat skala acara yang besar dan kompleks.
Kesiapan manajemen acara, keamanan, transportasi, dan teknologi informasi harus menjadi fokus agar pelaksanaan Muktamar berjalan sukses tanpa kendala berarti.
Pengajuan Pondok Pesantren Amanatul Ummah sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU membawa harapan baru bagi tradisi dan dinamika NU. Lokasi yang kaya nilai pesantren serta fasilitas lengkap memberikan peluang besar untuk menggelar acara akbar secara khidmat dan berkualitas.
Jika didukung dengan persiapan matang dan sinergi semua pihak, Muktamar yang diselenggarakan di sini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan perjuangan dan pengembangan Nahdlatul Ulama, sekaligus memperkuat peranan NU dalam kehidupan keagamaan dan sosial Indonesia.*Imam Kusnin Ahmad*
