
Kerupuk merupakan salah satu jenis makanan khas Indonesia yang digemari oleh masyarakat. Pada umumnya kerupuk dijadikan lauk atau makanan ringan dan disukai oleh semua lapisan masyarakat di Indonesia.
Salah satu jenis kerupuk yang digemari masyarakat Jawa Timur adalah kerupuk puli. Kerupuk yang dibuat dari beras ini banyak dijumpai di Magetan.
Magetan memang dikenal sebagai produsen kerupuk puli yang enak dan renyah. Umumnya kerupuk puli Magetan dibuat oleh usaha mikro. Salah satu warga yang menggeluti usaha kerupuk puli adalah Bu Iis Supriyati yang ada di Desa Tambakmas Sukomoro.
Usaha yang berdiri sejak 2017 ini terus berkembang meskipun tidak terlalu pesat. Dengan bantuan 3 pegawai usaha ini mampu menghasilkan 6kg kerupuk perhari.
Usaha kerupuk Bu Iis ini sudah berjalan dengan baik, meskipun demikian masih ada masalah yang dihadapi. Masalahnya terletak pada proses pemotongan atau perajangan.
Pemotongan adonan ini merupakan tahapan produksi yang memerlukan kehigienisan dengan menggunakan peralatan khusus. Sayangnya usaha kerupuk Bu Iis masih menggunakan cara manual atau tangan manusia dan pisau untuk merajang.
Tentu saja kecepatan, ketepatan ukuran dan keghieginiesan krupuk tidak terjamin.
Untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh Bu Iis, tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mencoba memberi sentuhan teknologi lewat mesin pemotong kerupuk semi otomatis.
Amalia Ruhana, ketua tim PKM Unesa, menuturkan bahwa mesin pemotong kerupuk ini dapat menghasilkan ketebalan kerupuk yang sama, proses pemotongan menjadi lebih cepat dan kehiegienisan terjamin, sehingga akan berdampak pada peningkatan kapasitas produksi usaha kerupuk Bu Iis.
Amalia dan kawan-kawan juga mendesain kemasan dan label kerupuk Bu Iis. Pelabelan sangat penting bagi konsumen untuk mengidentifikasi produk. Apalagi di Magetan terdapat beberapa produsen kerupuk. Husnu Mufid
