
Banyuwangi-menaramadinah.com, Perayaan Hari Seni Rupa Banyuwangi yang jatuh pada 10 Desember 2022 . Bertempat di Yayasan Langgar Art Perumahan Griya Wiyata, Kelurahan Tukangkayu, Sabtu (10/12/2022).
Para perupa yang tergabung dalam Langgar Art memberikan penghargaan kepada dua maestro seni rupa asal Bumi Blambangan yang karya-karyanya telah mendunia, yakni (Alm) Mozes Misdy dan (Alm) Bani Amora. Pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan hadiah kepada para pelukis tingkat pelajar dalam ajang live Art Competition Regenerasi Seni Rupa 2022 tingkat SMP dan SMA se Banyuwangi.
Turut hadir Kapolresta Banyueangi Kombespol Dedy Foury Millewa dan Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Kav) Eko Julianto Ramadan, Danlanal Banyuwangi, juga hadirKepala Dinas Pendidikan Suratno , hingga perwakilan dari Dewan Kesenian Blambangan. Forpimkab Banyuwangi mengawali menggoreskan catnya melukis di kanvas raksasa 3 m x 8 m dengan acak hingga kemudian diteruskan oleh para pelukis Banyuwangi.
“Kami sengaja melukis Gandrung dengan kanvas raksasa untuk disuguhkan di hari jadi Seni Rupa Banyuwangi yang pertama,” kata Ketua Yayasan Langgar Art, Imam Maskun kepada Menaramadinah.com
Tema tahun pertama Hari Seni Rupa Banyuwangi ini, kata Imam, adalah Regenerasi Seni Rupa. Mereka yang bakal melanjutkan kiprah seni rupa di Banyuwangi. Rangkaian acara pun dilakukan dengan melibatkan siswa SMP dan SMA, mereka diikutkan workshop melukis di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan dan Live Art Painting Competition di Grand Watu Dodol, tambahnya.
Hari Seni Rupa Banyuwangi versi Langgar Art ditetapkan pada 10 Desember disambut antusias oleh para perupa. Dalam perayaan hari jadi yang pertama itu, para seniman Banyuwangi melakukan atraksi dengan menggelar melukis on the spot di kanvas raksasa ukuran 3 x 8 meter.Perayaan Hari Seni Rupa Banyuwangi itu digelar di Yayasan Langgar Art. Mereka melukis langsung penari Gandrung yang sedang menari di belakang para perupa Banyuwangi tersebut.
Malam harinya puluhan seniman menikmati refleksi hari seni rupa Banyuwangi.
Mereka belum beranjak dari Langgar Art , menikmati bahkan ikut joget diiringi alunan musik oleh Jaz Patrol Kawitan dengan bintang tamu Yon’s DD menyanyikan 7 lagu hitsnya.
Menurut Ketua Dewan Kesenian Blambangan Hasan Basri , semakin banyak hari seni semakin baik untuk Banyuwangi.
Untuk menentukan hari jadi harus melalui kajian. Hasil kajian diseminarkan secara terbuka. Kalau disepakati di-SK-an oleh Bupati. Selama itu belum dilalui berarti masih wacana. Karena wacana, siapapun bisa sampaikan gagasan. Semakin banyak yang menggagas hari seni rupa Banyuwangi semakin bagus,
Urai Hasan
Pihaknya sedang mengumpulkan data tentang perjuangan seniman Banyuwangi yang menginternasional, mengangkat nama Banyuwangi. Pengaruh berkeseniannya menginspirasi banyak orang. Bahkan teknik melukisnya menginspirasi banyak pelukis lain , tambahnya
Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Suratno mengajak para seniman agar lebih banyak memberikan ruang kepada calon seniman muda untuk berkarya. “Kalau perlu mulai dari bibit yang paling awal tingkat PAUD. Kita gali potensi mereka, kalau ini bisa maka regenerasi seni rupa di Kabupaten Banyuwangi akan terus berjalan, termasuk juga ini ikhtiar kita untuk pendidikan karakter,” tegasnya.
Apakah dalam peringatan hari seni rupa Banyuwangi tersebut merepresentasikan perubahan gejala pada kualitas hidup perupa yg mengalami peningkatan kesejahteraan atau perubahan ekosistem seni yang menjadi lebih baik di ukur dari hidupnya geliat kolektivitas dan tumbuhnya dinamika seni rupa yang lebih sehat – baik dari konteks pasar, peran seniman dan karyanya dalam wilayah sosial dan hidupnya kritik seni rupa, mungkin ?
Selamat memperingati Hari Seni Rupa bagi komunitas Langgar Art. Semoga semakin berkembang dan melahirkan program-program keren kedepan nya (Jurnalis Rishje)
