Istimewa Gratis 1.677 Rumah Syukur Kemerdekaan untuk Warga Miskin

Kediri-menaramadinah.com-Dalam rangka mensyukuri nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan Ulang Tahun berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 18 Agutus 1945 segenap warga besar Thoriqoh Shiddiqiyyah Se-Indonesia mempersembahkan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah.

 

Hari ini Sabtu, 20 Agustus rumah Syukur Kemerdekaan itu serahkan kepada semua penerima dengan acara seremonial yang di pusatkan di Pesantren Majmaal Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Losplos Losari Ploso Jombang.

“Alhamdulillahirobbil‘aalamiin pada peringatan Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke 77 tahun ini kita telah dibangun Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah sejumlah sementara 131 Unit di 93 Kota / Kabupaten dalam 14 Provinsi,” kata Ibu Nyai Shofwatul Ummah Ketua Umum DHIBRA Shiddiqiyyah.

Rata-rata biaya untuk satu unit rumah ini  sekitar Rp 80 juta hanya hitungan material saja, namun jika dihitung termasuk tenaga dan konsumsi rata-rata sekitar Rp 150 juta. Dan saat ditanya oleh media dari mana sumber dananya itu? Nyai Showatul Ummah menjawab bank yakin.

“Bank yakin itu maksudnya dari kesadaran dan kayakinan dalam diri sendiri. Keyakinan Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa,” ujar Nyai Shof sembari tersenyum.

Sementara total Santunan Nasional Pembangunan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah dalam Rangka Tasyakkuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dari awal hingga tahun ini sejumlah 1.677 unit.

Rilis media DPP Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid) menyebutkan sejak 1978 KH. Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi pimpinan Pesantren Majmaal Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiiqyyah Jombang sudah mengeluarkan seruan mengajak warga Thoriqoh Shiddiqiyyah untuk mensyukuri nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tujuh tahun kemudian Beliau mengeluarkan 5 jilid kitab berjudul Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

“Jika kita hitung sampai sekarang sudah 44 tahun. Jadi ini perjuangan panjang. Awal Agustus lalu DPP Orshid juga telah mengirimkan surat kepada Bapak Presiden Jokowi terkait pelurusan sejarah 17 Agustus Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan 18 Agustus berdirinya NKRI,” tambah Joko Hermanto Ketua Umum DPP Orshid dalam sambutannya.

Menurut Joko, peristiwa tanggal 17 Agustus dan 18 Agustus adalah momentum suci dan sakral untuk menumbuhkembangkan kesadaran berbangsa dan bernegara.  Untuk itulah Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah di seluruh Indonesia selain membuat program pembangunan Rumah Syukur juga menggelar upacara dua kali. Tanggal 17 upacara dalam rangka mensyukuri Kemerdekaan Bangsa dan 18 mensyukuri berdirinya NKRI. Agenda ini dilaksalan oleh warga Shiddiqiyyah Se-Indonesia.* zul