
Surabaya-menaramadinah.com-Sugeng Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Peguyuban Penghayat Kapribaden Kota Surabaya menyatakan, menurut Ruwatan Sukerto ini baik. Karena nguri nguri budaya Jawa.
Selain itu, menurutnya, inikan untuk mengikat silaturrahmi antar paguyuban dan antar agama serta keyakinan dan keoercayaan.
Pedalangnya adalah Ki dalang Suwito judulnya Sudomolo. Pesertanya dari Bali, jogja sudabaya gredik.
Orang yang mau diruwat harus mengenakan kain.mori. tata cara sungkeman dulu dari orang tua kandung. Bagi yang tidak datsng diwakilkan jepafa ketua panitia.
Diperkirakan 30 orang yang diruwat.Harapan dari ruwatan.ini dilestarikan. Karena budaya spiritual. Kara tidak.dimiliki orang luar negeri.
Sementara Sudarmaji Penasehat Kapribaden mengatakan, yang diruwat seluruh tubuh itu mulai dari rambut, kulit, getih, daging, otot, balung, sumsum.
Husnu Mufid
