Flash Mob Musik Keroncong Pertama Di Tulungagung

Flash Mob Musik Keroncong Pertama di Tulungagung

Suasana Sabtu malam (2/7) di sekitaran perempatan bekas TT (Tulungagung Theater) yang sekarang dikenal dengan Titik 0 Km Tulungagung berbeda dengan biasanya. Pada malam Minggu itu nampak sekitar 100-an orang sedang menikmati alunan musik keroncong dari beberapa grup, antara lain OK Gita Abadi Tulungagung, OK Irama Patria Blitar Kota, OK Side Of X Trenggalek dan OK Dewi Sri Tulungagung.

Kordinator penyelenggara penampilan flash mob dengan tajuk “Yuk Ngeroncong Bareng & Cangkruan” di Titik 0 Km Tulungagung, Mas Fery mengatakan momentum itu merupakan kegiatan pertama di Tulungagung. “Terus terang, saya terinspirasi seperti flash mob di Yogyakarta dan Solo yang dapat menarik perhatian warga. Kalau di Yogyakarta yang menonjol flash mob dengan penampilan tari yang disaksikan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sementara di Solo ada flash mob musik keroncong yang dinikmati banyak orang di lapangan terbuka dengan menggelar tikar dan membawa alas sendiri-sendiri,” ujar Mas Fery.

Flash mob dengan menampilkan musik keroncong di tengah kota Tulungagung pun menyedot perhatian warga yang kebetulan melewati jalan selatan alun-alun. Mereka ada yang berhenti untuk melihat dari dekat dan sebagian hanya menyaksikan dari jalan. Berbeda dengan para pecinta musik keroncong yang sejak awal menunggu dan menyaksikan penampilan tersebut hingga usai sekitar jam 22.15 an. “Kami memang hanya diberi izin terbatas tidak sampai tengah malam,” jelas Mas Fery.

Hadir beberapa orang tokoh pecinta seni di Tulungagung, seperti Laksamana Muda (purn) Harry Yuwono, Ki Budi Plandang (dhalang), Akhol Firdaus dan Elis Yusniyawati dosen UIN SATU, Mas Hadi pengusaha batik, Mas Sugeng Lesung dan sebagainya termasuk para pegiat ForSabda Tulungagung. (WW).