MENJUMPUT SERPIHAN MUTIARA RETAK

 

Oleh:Musthofa Zuhri
( Kamad MTsN 8 Jember)

 

Bisakah bahasa provokasi kita balas dengan bahasa yang amat sederhana?”sebuah WA masuk.

Karena -lanjutnya,-pengguna medsos rata rata para remaja dan emak emak yg baru tahu tehnologi??,”ujar seorang kawan ber WA padaku.

Maaf, sejujurnya saya bukan sosok yang tepat untuk menjawab hal itu, karena saya bukan sosok ustadz, da’i atau sebutan lain yang setara dengan itu. Namun setidaknya ijinkan saya berpendapat meski pendapat ini belum tentu paling benar”ujarku pada kawanku yang mem WA.

Oleh karena, apa yang disebarkan para agitator dan fitnator begitu massifnya, maka melakukan tindakan untuk melokalisir hal itu sangat diperlukan , dan itu juga perlu dilakukan secara bersama sama dalam menangkalnya”ujarku.

Tak cukup dengan hanya dengan berdiam diri. Semua yang memiliki bangunan otak yang waras harus serentak bergerak memainkan HP nya dalam menabur rasa sayang demi menangkal yang mereka lakukan.”
Bagaimanapun mereka sebenarnya anak anak muda yang frustasi , yang sakit, dan butuh sentuhan kasih sayang . Mereka sebenarnya Mutiara”trandasku.

Mutiara- mutiara itu lagi disesakkan oleh tumpukan sampah yang berserakan di benaknya . Mentor dan para dogtriner nyalah yang harus di patahkan ”

Karena jika para mentor ini tak di patahkan , akan menjadi beban masa depan bangsa ini.

Dengan ragam cara, mereka tak kan mau berhenti sampai negeri ini perang saudara. Soal sepele dibesar besarkan.Dan persoalan besar di disepelekan.

Mereka mau memutus mata rantai para tokoh panutan yang menjadi landasan kita selama ini. Sesepuh kita yang arif dan bijak, dicaci maki, dikafir kafirkan, dileberal-liberalkan, dimunafik-munafikkan, di tuduh dengan kata kata keji, dengan sehina hinanya”

Sebenarnya, Saya teramat kasihan pada mutiara yang lagi sakit itu. Mutiara yang dicuci otaknya sehingga otaknya menjadi SERPIHAN YANG RETAK.

Apa yang dilakukan para mentor pada mutiara yang retak itu, sungguh biadab . Karena telah mendorong para mutiara yang retak itu, untuk dijadikan senjata dalam melakukan tindakan kotor.

Targetnya menjadikan tameng hidup, dan dipicu sebagai korban untuk dihadap hadapkan antar kita, sehingga akan terjadi ekacauan, dan chaos , benturan antar satu.dengan yang lainya.perang saudara.Meski, Kuyakinkan, bahwa hal itu tak kan bisa terjadi “tandasku.

Lalu, bagaimana seharusnya menyikapi kelompok yang merasa seakan paling benar dalam mempopulerkan agama di republik ini?? Dan meneriakan kebencian antar sesama ??” Ujar kawan menimpali penjelasan diatas.

Harus tenang, karena budaya kita adalah santun.

Propaganda kekerasan dan kepalsuan dalam menjelaskan berita akan dengan sendirinya hancur.Bukankah budaya di negeri ini tak suka model kata kata kasar. Tak suka dengan model tuduhan palsu,HOAX dan sejenisnya ?

Apa yang diprovok oleh para PENABUH genderang kebencian tak usah di share, tak usah dipublikasikan apalagi dianggap paling shoheh beritanya.

Bukankah Kita ini rata rata pernah mengenyam pendidikan agama, pernah nyantri di pesantren, atau minimal pernah bergaul dengan sosok tokoh yang luhur budinya, dan lebih lebih kita ini hidup sudah puluhan tahun di republik ini”jlentrehku sejelas jelasnya

Maka , ocehan mereka anggap saja, humor, hiburan sambil konsolidasi pada aparat keamanan. Jika kelompok garis keras dianggap membahayakan.

Kalau hanya dikit dikit dianggap kafir. Munafik, murtad dsb , contoh mata uang NKRI dianggap pahlawan kafir, atau …sari roti di haramkan, atau bahkan tahun baru masehi tak boleh jualan trompet , menyulut lilin haram, bahkan sungguh aneh , sampai sampai lagu dangdut saja dibilang lagu “haram”.

Yang lebih aneh lagi, bahkan super aneh, yang tak sepaham dengan cara cara kelompok ini, dianggap dan dituduh PKI. Sementara, ketika ditanya dimana kantor PKI, mereka membisu .

Ketika ditanya , jasa apa saja yang sudah diberikan pada negara ini ?Mereka hanya bisa bilang kofar kafir saja.

Maka , menurutku ,jjka menghadapi hal hal begitu anggap saja, itu bagian dari rasa piknik dimedsos sambil menikmati indahnya suasana ramadhan , dan kalau sudah maghrib,langsung .minum kopi dan rokokan..

Gak usah ditanggapi, biar gak gede rumongso si para agitator dan provokator itu.

Bukankah, dalam islam urusannya bukan hanya halal-haram, namun ada Mubah, makruh, sunnah dan juga wajib?

Bukankah, membahas soal kocar kafir, murtad, musrik, namun ada juga muslim, mu’min, muhlish?

Dan bukankah, dalam agama yang hanief ini, membahas hanya masalah neraka namun ada surga?

Bukankah, yang ada dalam al.quran, hanya soal, Ar rahman namun juga ada Ar rahiem. Bukan hanya soal bismillah,namun juga al hamdulillah.

Bukankah, baginda nabi Muhammad, tak hanya mengajarkan soal hamblum minallah namun membahas juga hamblum minannas?

Maka bagi saya, mungkin juga semoga bagi anda semua, menjumput serpihan mutiara retak yang telah diracuni oleh para agitator dan provokator sangatlah diperlukan .Kesantunan dalam berbahasa. Suri tauladan dan contoh yang baik sangat penting .

Tak perlu takut . Dan jangan pernah ada rasa takut untuk dibully. Hadapi mereka dengan nyali kebersamaan.Bersatulah!! Karena mereka sebenarnya kecil sekali jumlahnya.

Dan terahir , Belajarlah menghadapi ketakutan yang terkecil, Kemudian yang lebih besar. Saat kita telah berhasil melakukannya, ketakutan besarpun bisa kita hadapi dengan mudahmaka bernyali adalah kiat hilangkan rasa takut itu…

Saya kira itu. Dan hanya itu kira kira..
Selamat Beraktifitas

Wallahu a’lamu bishowab