Pembangunan Kampung Arab dan Pecinan di Cirebon Dilanjutkan Kembali

 

Cirebon – Rencana Pemerintah Kota Cirebon melakukan penataan di kawasan kampung Arab dan kampung China sempat mengalami kendala hingga tertunda. Kendala muncul ketika ada beberapa konsep penataan termasuk anggaran terdampak pandemi yakni refocusing.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon Agus Suherman menjelaskan sebenarnya kampung wisata Arab dan Pecinan sudah memiliki Detail Engineering Desaign (DED) dan siap untuk dibangun dan ditata.

“Namun pandemi covid-19 terjadi, sehingga anggaran untuk pembangunan kampung wisata tersebut terkena refocusing,” ungkap Agus.

Tahun ini, lanjut Agus, Pemprov Jabar meminta agar kampung wisata Arab dan Pecinan diajukan kembali.” Sehingga kampung wisata tersebut bisa terealisasi secepatnya,” imbuhnya. Keberadaan kampung wisata Arab dan Pecinan nantinya akan menyokong wisata kota tua yang telah ada. Wisata kota tua meliputi kawasan gedung BAT dan sekitarnya.”Kampung wisata Arab dan Pecinan akan dibangun berbasis budaya dan sejarah, termasuk kuliner jalanan,” tutur Agus.Termasuk menghidupkan kembali kerajinan gerabah yang sebelumnya berjaya di kawasan tersebut namun saat ini mengalami keredupan. Selain itu di kawasan tersebut juga terdapat masjid merah Panjunan, Situs Pangeran Pekarungan dan Masjid As Syafii yang menjadi daya tarik wisata religi.”Banyak bangun ikonik yang berkarakter di sana, mudah-mudahan bisa menjadi magnet untuk menarik kunjungan wisatawan.

Sementara itu, pengamat seni dan budaya Cirebon Jajat Sudrajat menjelaskan nama Panjunan berasal dari kata anjun yang berarti pembuat kerajinan dari tanah liat. Namun seiring dengan perkembangan zaman, aktivitas kerajinan gerabah sudah ditinggalkan dan kampung arab Panjunan Cirebon kini justru banyak ditemui penjual toko elektronik hingga minyak wangi.”Hanya tersisa dua toko yang masih menjual hasil kerajinan gerabah, itu pun dibuat di Desa Sitiwinangun,”.
Semoga kampung wisata tersebut bisa terealisasi secepatnya,” (isi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *