Kenapa Pasar Oleh Oleh Haji Disebut Pasar Bong

 

: ngablak sore Mashuri Al Hamdulillah.

Di dataran Soerabaia, Pasar Bong sangat kondang. Terutama bagi mereka yang baru saja menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Pasalnya, di pasar inilah tersedia oleh-oleh khas Timur Tengah yang ‘wajib’ dibawa pulang oleh para haji, seperti tasbih, minyak wangi, air zam-zam, kacang arab, pacar (pengecat kuku), sajadah, kerudung, songkok, dan lain sebagainya. Pertanyaannya, kenapa pasarnya disebut Pasar Bong, yang identik dengan pemakaman warga Tionghoa, kenapa tidak disebut Pasar Haji? Hmmm.

Pasar Bong terletak Jalan Slompretan, sebelah selatan Jalan Kembang Jepun. Kawasan Pecinan di Soerabaia. Posisinya sungguh asolole sebagai sentra bisnis. Yeah, pasar ini berada di lokasi yang strategis, karena tidak jauh dari kawasan niaga Kembang Jepun, kompleks peziarahan Sunan Ampel, dan Jembatan Merah.

Usut punya usut, mudah-mudahan tidak sampai kusut, ternyata, dinamakannya pasar yang hingga kini identik dengan belanja keperluan naik haji itu dengan Pasar Bong, karena pada awalnya pasar ini menempati kawasan pemakaman Tionghoa. Bahkan, tercatat di sana dulu terdapat makam Han Bwee Kong alias Han Bwee Sing (1727-1778), yaitu orang pertama dari keluarga Han yang menjabat sebagai Kapitan Cina di Soerabaia semasa hidupnya.

Pada masa kolonial, pemakaman itu dikenal dengan kawasan Chineesche Breestraat (Jalan Cina Lebar), yang sekarang menjadi Jalan Slompretan. Awalnya, Pasar Bong menempati sebuah gang kecil. Saya tidak tahu sejak kapan menjadi sebuah pasar ‘besar’. Soalnya, dari catatan dan dokumentasi kolonial yang terekam dalam foto jadul tahun 1900, kawasan ini sudah dikenal sebagai Pasar Bong.

Menurut catatan yang ada, pada awalnya Pasar Bong dikenal sebagai tempat menjual hewan seperti burung, anjing, kelinci dan lain-lain. Bahkan, pasar ini dulu sempat tenar disebut Pasar Burung. Entah bagaimana prosesnya pasar burung berubah menjadi pasar untuk keperluan naik haji.

Adapun perubahan bong atawa pemakaman warga Tionghoa di dataran Soerabaia menjadi tempat keramaian, sebangsa pasar, sejatinya cukup marak. Salah satunya yang cetar membahana adalah Gang Dolly, yang asalnya adalah tempat pemakaman warga Tionghoa pada masa Kolonial Belanda. Perbedaannya, kalau Pasar Bong pernah menjadi pasar burung, Gang Dolly pernah menjadi pasar sarang burung. Ups!

Demikianlah.

MA
On Sidokepung, 2021
Ilustrasi ramban Google. Foto jadul Pasar Bong, tahun 1900.