
SURABAYA–MENARA MADINAH.COM, Penyerahan minuman herbal oleh Ahmad Bashri, M,Si. (tim Unesa) kepada pihak perangkat Desa Masangan, Bungah Gresik. Sabtu, 02-05-2020.
Langkah aktif dalam menyikapi wabah Virus Corona (Covid-19) dilakukan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa), baik berupa pembagian APD maupun sembako dan minuman herbal kepada masyarakat. Sejak wabah ini dilaporkan menyebar di Indonesia pada Februari 2020, trend penyebaran ditandai dengan jumlah pasien yang positif masih terus meningkat. Tindakan kongkrit keterlibatan aktif dalam berbagai bentuk sangat diperlukan dalam penanganan mulai edukasi pencegahan penularan, karantina serta perawatan bagi yang positif Covid-19. Kerjasama semua pihak adalah bentuk usaha semua komponen anak bangsa dalam menghadapi wabah corona, tak terkecuali Unesa sebagai institusi perguruan tinggi. Kontribusi Unesa salah satunya “edukasi pola hidup sehat melalui konsumsi herbal untuk menghadapi covid-19 bagi lansia di Bungah Gresik”. Kegiatan ini dilakukan oleh tim dosen Unesa yang beranggotakan Ahmad Bashri, M.Si., Dr. Imam Marsudi, M.Si., Rojil Nugroho Bayu Aji, S,Hum, M.A., Kunjung Ashadi, M.Fis., AIFO., dan Mukhzamilah, M.Ed.
Bashri (sapaan akrab Ahmad Bashri) sebagai ketua tim menyampaikan berdasarkan data resmi, bahwa ada kecenderungan warga yang rentan terserang virus corona pada rentangan usia 50 tahun ke atas, terutama para lansia yang sudah mengalami penurunan pertahanan tubuh atau punya penyakit bawaan. “Kami berusaha melakukan hal kecil yaitu melakukan edukasi kepada para lansia dan masyarakat secara umum untuk mematuhi protokal pencegahan virus corona serta mengajak untuk mengonsumsi minuman herbal sebagai usaha pertahanan tubuh. Kita mengetahui bahwa Kecamatan Bungah merupakan masuk wilayah Gresik sebagai salah satu kabupaten yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)” tutur Bashri kepada Menara Madinah.com (03-05-2020).
Ia memberikan penguatan dari kajian akademis bahwa virus corona itu makhluk renik yang tidak kasat mata namun keberadaannya ada, bisa diamati dengan mikroskop tertentu. Covid-19 merupakan salah satu dari SARS-COV yang keragamannya lebih dari 20. Seseorang bisa positif namun tanpa gejala (sering dikenal OTG), positif namun gejala ringan, dan positif dengan kondisi perlu dirawat khusus di rumah sakit. Semua kriteria tersebut akan bisa terlewati jika kondisi tubuh sehat, karena antibodi dalam tubuh akan melawannya. Untuk mengaktifkan daya tahan tubuh agar kuat dan optimal salah satunya dengan minuman dan makanan herbal yang mengandung metabolit sekunder. “Obat untuk virus corona atau virus lainnya ini memang tidak ada, karena virus mudah mengalami mutasi setiap waktu sesuai kondisi lingkungannya. Jika ada vaksin, itu bukan obat virus, hanya untuk membantu memicu tubuh agar tetap sehat melawan corona” tambahnya sebagai dosen biologi di FMIPA Unesa.
“Meskipun belum adanya informasi kasus pasien positif covid-19 untuk warga yang domisili di Bungah, namun pemberian edukasi pola hidup sehat dan konsumsi minuman herbal bagi lansia dan warga umum sangat diperlukan sebagai tindakan pencegahan. Bertindak sewajarnya dan tidak berlebihan dalam bersikap menghadapi wabah adalah kunci untuk sehat” jelasnya di sela-sela penyerahan minuman herbal kepada perwakilan 3 desa di Kecamatan Bungah.
Penjelasan pendukung diungkapkan oleh Kunjung Ashadi, selaku anggota tim. “Warga masyarakat juga perlu diedukasi pola hidup sehat dalam mengadapi wabah corona. Salah satunya rutin olahraga dan berjemur pada pagi hari antara pukul 6 sampai 9. Pada rentang waktu ini, sinar UV dari matahari masih bagus untuk kesehatan tubuh. Semoga dengan adanya wabah ini masyarakat menjadi sadar akan pentingnya pola hidup sehat.” ujarnya.
Pada saat ini, tim kami telah memberikan selebaran cetak dan flyer serta video melalui medsos kepada para lansia dan masyarakat Bungah sebagai pendamping materi edukasi pola hidup sehat. “Kami mengajak warga untuk 1) hindari kerumunan dan jaga jarak, 2) sering cuci tangan, 3) memakai masker, 4) istirahat yang cukup, 5) olahraga dan berjemur di bawah terik matahari pukul 6-9 pagi, 6) konsumsi makanan dan minuman herbal untuk meningkatkan antibodi tubuh, dan 7) bersabar, berdoa dan tawakkal atas usaha lahir batin yang sudah maksimal dilakukan” tandas Bashri sambil menunjukkan selebaran edukasi. (Menara Madinah/Aab)
