Ajaran Dan Kiprah Sunan Mayang Madu

Menara Madinah.com,Perkembangan Islam yang pesat di Lamongan tidak lepas dari rintisan dakwah Sunan Drajat dimasa lalu.
Beliau adalah putra dari Raden Rahmat(Sunan Ampel) dan Nyai Ageng Manila,putri Adipati Tuban Arya Teja .
Raden Qosim (nama kecil Sunan Drajat) diutus dakwah oleh ayahnya ke Lamongan.Di masa itu,wilayah Lamongan berada dalam kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Sebelum melakukan tugas dakwah,Sunan Ampel telah membekali putranya itu dengan ilmu-ilmu agama ,antara lain:tarikh,fiqih,Al-Qur’an,hadist,aqidah akhlaq dan lain-lain.

erjalanan Raden Qosim ke Lamongan tidak melalui darat,tetapi itu lewat laut.
Ditengah laut,ada seorang bajak laut yang ingin menenggelamkan perahu yang dinaikki Sunan Drajat.
Tiba-tiba,ombak besar datang menerjang dan perahu yang dinaikinya terbalik.Atas izin dan pertolongan Allah,ada seekor ikan yang menyelamatkannya hingga ke tepi pantai dan sampailah Raden Qosim di wilayah Lamongan.
Dakwah Sunan Drajat tidak mengalami kendala atau kesulitan yang berarti.Penguasa lokal mendukung upaya Sunan Drajat dalam menyiarkan Islam dengan cara damai,tanpa paksaan dan anti kekerasan.Masyarakatpun menerima dengan senang hati dengan kehadiran Sunan Drajat yang membawa pencerahan.
Rupanya,Sunan Drajat memiliki jiwa sosial yang besar.
Hatinya prihatin melihat rakyat jelata dan kaum dhuafa lainnya.Saat itu,Kerajaan Majapahit sedang mengalami degradasi ekonomi akibat perang saudara yang berkecamuk di kalangan istana.

Solusinya,Sunan Drajat tidak tinggal diam,dia memberikan santunan bagi orang-orang yang mengalami kesusahan karena kesulitan ekonomi,juga bagi anak-anak yatim dan orang-orang sakit.
Amal sholih itu merupakan perwujudan dari untaian ajarannya yang mulia:
-Menehono teken marang wong kang wuto
-Menehono busono marang wong kang wudo
-Menehono ngiyup marang wong kang kudanan.Yang dimaknai sebagai berikut:
-Berilah ilmu agar orang menjadi pandai
-Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu
-Berilah pengayoman atau perlindungan terhadap orang yang menderita.
Atas keberhasilannya dalam menyebarkan Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin dan ikhtiarnya untuk mengatasi masalah kemiskinan didaerah dakwahnya,Raden Patah selaku Sultan Demak Bintoro memberinya gelar”Sunan Mayang Madu”.
Maqbaroh(makam) Sunan Drajat berada di Paciran,diatas sebuah bukit yang dikelilingi pepohonan.Kami sempat mengunjunginya beberapa tahun lalu dalam rangkaian ziarah wali Jatim-Jateng.
Di area maqbaroh Sunan Drajat dibangun pula sebuah museum untuk menampung benda-benda peninggalannya.
Di Lamongan masih ada keturunan Sunan Drajat.Beliau adalah Prof.Dr.KH.Abdul Ghofur yang mengasuh Ponpes Sunan Drajat,memiliki puluhan ribu santri .
Putra dari H.Marthokan ini telah beberapa kali menerima gelar doktor honoris causa dari universitas dalam dan luar negeri.
Salah satunya adalah titel Doktor HC dalam bidang Ekonomi Kerakyatan dari American Institute of Management,Hawaii,Amerika Serikat.
**Bro J**21 April 2020.Dihimpun dari berbagai sumber.