
Oleh : Yahya Aziz

Kalau kita mau introspeksi diri dengan peristiwa Covid 19 Corona, sehingga ada anjuran dari ulama umaro untuk lockdown di rumah. Ini mengingatkan kita peristiwa lockdown nya Nabi Nuh as.
Dalam sejarah Nabi Nuh as beserta keluarga dan binatang kesayangan nya hidup dalam kapal besar selama 8 bulan.
Negara China kemarin cukup 3 bulan lockdown dan sekarang pulih serta berhasil. bandingkan dengan ummat nya Nabi Nuh 8 bulan.
Rincian 8 bulan lockdown nya Nabi Nuh as itu :
1. Hujan 40 hari 40 malam. 2. Air bah hujan menenggelami bumi dunia 150 hari. 3. Setelah hujan berhari hari, nabi Nuh as beserta ummat nya menunggu selama 40 hari sampai tanah bumi kering. 4. Kemudian nabi Nuh menunggu sampai 7 – 14 hari lagi untuk bermunajat kepada Allah SWT, agar musibah dunia ini lenyap.
Jadi total Nabi Nuh as beserta ummat nya yang beriman 8 bulan lebih sekitar 244 hari.
Pertanyaan nya apakah nabi Nuh dan ummat nya mengeluh ?…. nyinyir dan mencela sesama anak bangsa ? Oh tidak…. ternyata ummat nya sangat cerdas sekali. Mereka berpikir husnud Don….baik sangka terhadap sang pencipta, bahwa obat nya lockdown adalah HATI TENANG TIDAK PANIK.
Mereka berkeyakinan bahwa ini skenario Allah SWT yang mau menyelamatkan ummat nya Nabi Nuh dari musibah badai besar bersama keluarga dalam bahtera itu.
Jika ummatnya tidak taat, tidak mau mentaati perintah nabi Nuh as, maka akan binasa dan tenggelam bersama putranya dan orang orang kafir.
Ketaatan dan kepercayaan terhadap perintah nabi Nuh as telah menyelamatkan dari musibah besar badai banjir besar.
Setelah ummatnya taat, maka tidak ada lagi peristiwa banjir besar.
Mari kita introspeksi diri, hari kita di lockdown oleh Allah SWT dengan virus Covid 19 Corona.
Mau taat atau ingkar ?
Mau berdiam di rumah atau keluyuran ke luar rumah sehingga virus ini tambah menular.
Jangan mengeluh, jangan panik, jangan takut. Sebab mengeluh, cemas panik dan takut adalah setengah dari munculnya Penyakit itu sendiri.
Apa hikmah musibah lockdown nya Nabi Nuh as beserta ummat nya ?
Berikut ini ada hikmah bagi lockdown nya Nabi Nuh as :
1. Bukti adanya rasa keimanan.
Ini adalah bentuk ujian Nabi Nuh dengan lockdown selama 244 hari. Ternyata nabi Nuh bertambah kuat imannya. Sama dengan kita dengan peristiwa Corona ini, Allah menguji kita bertambah kah iman kita dengan ujian hanya satu butir debu virus Covid 19 Corona ?
2. Merupakan tanda cinta Allah SWT kepada manusia.
Allah menguji nabi Nuh as dengan peristiwa banjir itu bukti cinta Nya kepada nabi Nuh beserta ummatnya.
Sama dengan kita, Allah menguji kita dengan Corona, sebagai tanda bukti cinta Nya Allah kepada kita.
Jadi sebagai mukmin sejati harus berprasangka baik terhadap Allah SWT.
3. Tanda Allah memberikan kebaikan.
Allah SWT memberi semangat kebaikan kepada nabi Nuh as beserta ummat nya setelah peristiwa banjir.
Nampaknya Allah SWT juga memberi kebaikan kepada kita untuk mempersiapkan menjadi seorang muslim mukmin sejati. Manusia yang jempolan, tidak mudah menyerah dan menjadi ummat yang cerdas, kreatif dalam menata hati.
4. Sebab terhapus nya dosa.
Dengan peristiwa banjir, Allah SWT mengampuni dosa dosa ummatnya nabi Nuh yang selalu ingkar terhadap perintah perintah Nya.
Termasuk kita dengan peristiwa musibah Corona ini, kita lockdown untuk sementara introspeksi diri. Berdiam di rumah memperbanyak ibadah. Bekerja di rumah.
Inilah yang menyebabkan seseorang itu bersemangat dalam meniti hidup yang sedang ditimpa musibah. Karena janji Allah akan menggugurkan dosa dosa manusia.
Rasulullah bersabda : Tiada seorang muslim yang tertimpa duri atau yang lebih berbahaya darinya, melainkan Allah akan menghapus dengan segala kejelekan yang pernah dilakukan sebagaimana pohon menggugurkan daunnya. ( HR. Bukhari Muslim )
Jangan Takut… Jangan Cemas…. Jangan Panik.
Hanya Allah lah yang mampu menghilangkan virus CAVID 19 Corona…
وافوض امرى إلى الله إن الله بصير بالعباد
” Aku pasrah urusan ku ( semoga Corona cepat pergi) padaMu ya Allah, sesungguhnya Kau Maha Melihat bagi hamba hamba nya”
( Q S : 40 ; 44)
Barakallah….
Surabaya, 12/4/2020
Y A : penulis buku Ranah Kehidupan Dalam Al-Qur’an dan hadits
