Pembina JASMERAH (Jaringan Solidaritas Masyarakat Membangun Negara Indonesia Hebat), Firman Syah Ali yang akrab disapa Cak Firman meminta Walikota jangan menganggap dirinya sebagai raja kecil. Ketika ditanya siapa yang dimaksud, cak Firman menjawab “ya walikota nanapun, baik di Indonesia maupun Amerika”.

Diantara ciri-ciri walikota yang menganggap dirinya sebagai raja kecil adalah alergi kritik, sulit diatur, sulit kerjasama dan memelihara tim buzzer khusus untuk mengeroyok siapapun yang mengkritik dirinya.
“tim buzzernya bisa berupa media online, bisa juga berupa akun-akun medsos, yang penting nama besarnya jangan diganggu sedikitpun”, ujar Koordinator Sahabat Mahfud MD Wilayah Jatim ini.

Menurut Cak Firman, dalam negara demokrasi ada aturan dan etika antar jenjang pemerintahan, di mana pemerintah daerah masih merupakan bawahan pemerintah pusat, sehingga kurang mendidik jika publik diberi tontonan seorang Menteri tidak bisa masuk ke dalam sebuah stadion olahraga karena digembok. “Jadi kita jangan kebablasan memaknai otonomi daerah. Kepala Daerah itu bukan Raja Kecil. Sangat tidak mendidik jika publik diberi tontonan Menteri tidak bisa masuk ke dalam sebuah gedung aset daerah. Tapi sepertinya itu terjadi di Amerika, semoga di Indonesia tidak”, pungkas Bendum IKA PMII Jatim ini sambil tertawa. Husnu Mufid
