Saat ini sedang viral perang medsos tentang bau sampah sekitar stadion Gelora Bung Tomo (GBT) antar warganet. Bermula dari pernyataan Gubernur Jatim tentang aroma sampah di sekitar stadion yang kemudian ditanggapi secara reaksioner oleh beberapa pejabat pemkot surabaya dan berlanjut pada perang status dan perang komen di medsos antar warganet bahkan perang framing pemberitaan antar media online.

Pembina JASMERAH (Jaringan Solidaritas Masyarakat Membangun Negara Indonesia Hebat), Firman Syah Ali, yang akrab disapa Cak Firman mengaku heran dengan perang opini tersebut. Cak Firman meminta pihak Pemkot sebaiknya jangan terlalu sensitif dan reaksioner. “Tidak ada manusia yang sempurna, pemimpin surabaya bukan nabi juga bukan ma’sum, kalau memang salah sebaiknya akui saja dan sampaikan terima kasih atas atensi Gubernur”, ujar Keponakan Menkopolhukam RI Mahfud MD ini.
Menurut Cak Firman, Surabaya itu wajah Jawa Timur, sehingga wajar jika Gubernur memberikan atensi khusus bahkan detail. Kalau wajah jawa timur kurang bisa menerima atensi Gubernur, maka wajar saja Gubernur alihkan perhatian ke kota lain, misalnya Kota Malang. “Saya dengar kabar lokasi gelaran piala dunia U-20 tahun 2021 mendatang akan dipindah ke Kota Malang, ini patut kita dukung, sebab Gubernur pasti ingin yang terbaik untuk Jawa Timur, beliau tidak mungkin mengambil kebijakan tanpa pertimbangan matang”, pungkas Bendum IKA PMII Jatim ini.
Husnu Mufid
