
Soal menentukan lokasi Muktamar NU Ke 35 hingga kini belum tuntas. Padahal dakan Sidang komisi sudah sepakat di Ponpes Lirboyo. Tapi setelah naik di Sidang Pleno jadinya ambyar. Kok bisa ? Berikut ini laporan Pemred menaramadinah.com Husnu Mufid :

Hingga hari terakhir Munas Konbes NU di Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri belum menemui titik terang lokasi Muktamar ke 35.
Padahal sejumlah Kiai Sepuh menyarankan Muktamar NU Ke 35 di Ponpes Lirboyo Kediri dan pimpinan Sidang sudah ketua Palu menetapkan di Ponpes Lirboyo.
Tapi hal itu dianulir setelah ada H.S. Sulaiman Tanjung Wasekjen PBNU dan punya jabatan Komisaris Independen PT Kilang Pertamina di Balikpapan menolak jika Muktamar NU Ke 35 di Ponpes Lirboyo Kediri.
Akibatnya suasana mendadak memanas. Ditambah lagi dukungan dari Rois Amm PBNU. Sehingga benar benar Lokasi Muktamar NU yang ditetapkan dengan ketukan Palu oleh Ketua Sidang Plenoย di Ponpes Lirboyo Kediri gagal total.
Tarik menarik menentukan lokasi Muktamar NU ke 35 tidak lain. Karena ada kepentingan soal dukung mendukung calon Ketua Umum Tanfiziah. Rupanya perebutan kekuasaan masih terus berlangsung di PBNU.
Kini pihak panitia masih terus memikirkan dimana lokasi yang tepat untuk Muktamar NU Ke 35 yang disetujui para masing masing pendukung Calon Ketum Tanfiziah.
Sekretaris SC Prof. Moh Nuh menyatakan. Akan mereviu tempat yang akan dijadikan lokasi muktamar NU. Seperti di Jakarta. Jatim, Jabar,ย NTB dan Sumatra Barat.
Sementara Jamiyah NU Kultural menyatakan, sebenarnya tidak pakai ribet menentukan lokasi Muktamar NU. Karena banyak yang meminta.
“Di Ponpes Lirboyo itu sudah bagus lokasinya dekat terminal bus, ada bandara pesawat terbang dan sudah pengalaman mengadakan Muktamar NU zaman Gus Dur,”ujar sejumlah warga NU.
Mereka menilai yang menolak itu orang orang PBNU yang menginginkan calonnya terpilih. Ini tidak bisa dibenarkan. Karena Sudah keluar dari Makom ajaran NU.
