
KEDIRI — Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, resmi menetapkan jadwal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026. Namun, lokasi penyelenggaraan Muktamar belum diputuskan secara final.
Sekretaris Steering Committee Munas dan Konbes NU 2026, Muhammad Nuh, menyampaikan bahwa beberapa wilayah telah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Barat.
“Kami sepakat segera membentuk tim untuk mereview dari tempat-tempat yang mengajukan diri itu,” ujar Muhammad Nuh di Kediri, Selasa (22/6/2026).
Tim yang dibentuk akan menilai kelayakan lokasi berdasarkan beberapa aspek. Aspek penilaian meliputi sarana prasarana, keamanan, kesiapan finansial, dan aspek spiritual.
Muhammad Nuh, yang juga Rais Syuriah PBNU, menjelaskan bahwa dalam tradisi NU, aspek spiritual menjadi pertimbangan utama setelah kelayakan fisik dipenuhi. “Metode yang sama akan dipakai di Muktamar nanti,” katanya.
Karena waktu persiapan kurang dari dua bulan, tim diharapkan bekerja cepat dengan estimasi waktu peninjauan sekitar satu minggu.
Muktamar NU merupakan forum musyawarah tertinggi yang menentukan kebijakan strategis organisasi, termasuk regenerasi kepengurusan PBNU dan penentuan arah gerakan NU ke depan.
Sebelumnya, Munas dan Konbes NU 2026 telah berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada 21-22 Juni 2026. Acara penutupan Munas-Konbes dijadwalkan di Bangkalan, Madura, yang diperkirakan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan tokoh penting lainnya.
Munas-Konbes ini diikuti oleh pengurus NU, alim ulama, dan simpatisan. Banyak isu besar dibahas mulai dari organisasi, kemasyarakatan, hingga kebangsaan. Semua hasil pembahasan ini akan menjadi bahan utama dalam Muktamar mendatang.
Jadi penetapan jadwal Muktamar ke-35 NU pada awal Agustus 2026 menandai titik penting lanjutan konsolidasi dan pengambilan keputusan strategis organisasi.
Meski lokasi belum resmi dihelat, langkah membentuk tim seleksi menunjukkan komitmen NU menjaga kelayakan dan nilai spiritual dalam memilih tempat.
Pendekatan yang memadukan aspek fisik dan spiritual sejalan dengan tradisi NU yang kuat, sekaligus memastikan pelaksanaan Muktamar menjadi momentum penuh berkah dan sukses.
Dengan peran penting Muktamar dalam menentukan arah gerakan NU, proses pemilihan lokasi yang matang sangat krusial agar hasilnya optimal dan semua elemen NU dapat berkumpul serta berkontribusi maksimal.*Imam Kusnin Ahmad*
