Kejuaraan Taekwondo Internasional Ksatria Nusantara PBTI Series di Kediri: Ajang Spektakuler Pembinaan Atlet dan Sport Tourism.

KEDIRI – Kejuaraan Taekwondo Internasional bertajuk Ksatria Nusantara PBTI Series Road to 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 resmi bergulir di GOR Jayabaya, Kota Kediri pada 5–7 Juni 2026.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh 1.232 atlet yang berasal dari 85 tim berbagai provinsi di Indonesia, menandai sebuah kompetisi taekwondo terbesar dan spektakuler tahun ini.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyambut hangat kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kota Kediri sebagai tuan rumah kejuaraan internasional ini.

“Ini adalah kebanggaan sekaligus bukti kesiapan kami dalam menyelenggarakan event olahraga berskala besar. Kami ingin peserta merasa nyaman dan pulang dengan kesan terbaik,” ujarnya.

Kejuaraan ini menjadi salah satu agenda olahraga terbesar Kota Kediri tahun 2026 dan menunjukkan bagaimana kota ini berperan aktif dalam mengembangkan sektor sport tourism melalui program Kediri City Tourism.

Pengembangan sport tourism menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Dengan menggelar event nasional dan internasional seperti kejuaraan taekwondo ini, Kediri tidak hanya menguatkan posisinya sebagai kota olahraga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal lewat sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan jasa.

Lebih dari sekadar kompetisi, Wali Kota Vinanda menegaskan bahwa olahraga bela diri seperti taekwondo sangat penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Disiplin, kerja keras, sportivitas, tanggung jawab, dan mental juara adalah nilai-nilai yang diasah melalui arena pertandingan.

“Kami berharap para atlet memanfaatkan kejuaraan ini untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menjunjung tinggi nilai fair play,” pesannya.

Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Mayjen TNI Amrin Ibrahim, menjelaskan bahwa kota Kediri dipercaya menjadi lokasi seri ketiga rangkaian Ksatria Nusantara PBTI Series 2026.

Sebelumnya, seri sudah digelar di Medan dan Denpasar, dan akan berlanjut di Bandung dan Lampung. Keseluruhan rangkaian ini menjadi persiapan menuju puncak acara, yaitu 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship yang akan digelar di Jakarta pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026, diikuti oleh kontingen dari 21 negara.

“Dari kejuaraan ini kami berharap muncul Ksatria Nusantara yang akan mengharumkan nama Indonesia di arena internasional,” ujar Mayjen Amrin.

Kejuaraan ini mempertandingkan tiga kategori utama: Poomsae (jurus), Kyorugi (pertarungan), dan Freestyle. Para peserta adalah atlet berusia antara 6 hingga 27 tahun, dengan tingkat kemampuan bervariasi mulai dari pemula hingga atlet yang sudah berprestasi. Besarnya jumlah peserta dari 85 tim menandakan minat tinggi masyarakat terhadap olahraga taekwondo serta kemajuan pembinaan olahraga bela diri ini di Indonesia.

Kejuaraan Taekwondo Internasional Ksatria Nusantara PBTI Series di Kediri bukan sekadar arena pertarungan, melainkan pementasan spektakuler yang memadukan pembinaan atlet, pengembangan sport tourism, dan penguatan identitas olahraga nasional. Dengan melibatkan ribuan atlet dari berbagai daerah, kejuaraan ini menjadi indikator kemajuan serta potensi besar taekwondo di Indonesia. Selain itu, penyelenggaraan yang sukses di Kediri menunjukkan kesiapan daerah-daerah di luar pusat kota besar untuk menjadi tuan rumah event olahraga bertaraf internasional.

Event seperti ini juga memupuk rasa kebanggaan bangsa dan membuka ruang bagi atlet muda untuk mengasah mental juara sekaligus memperluas jaringan pengalaman kompetisi. Dari aspek ekonomi, hadirnya ribuan peserta dan pengunjung menstimulus berbagai sektor bisnis lokal, memberikan dampak positif yang signifikan.

Kejuaraan berjenjang ini menjadi model yang tepat dalam membina sumber daya manusia olahraga secara berkelanjutan dan terarah. Selain menghasilkan atlet berprestasi, momentum ini juga mengedukasi masyarakat luas tentang nilai penting olahraga dalam membangun karakter dan kesehatan.

Ksatria Nusantara PBTI Series 2026 di Kediri adalah bukti nyata betapa olahraga bela diri dapat menjadi sumber kekuatan nasional sekaligus pendorong ekonomi daerah melalui sport tourism. Dengan dukungan penuh pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, Indonesia semakin menunjukkan taringnya di kancah olahraga internasional.

Semoga dari ajang spektakuler ini lahir para Ksatria Nusantara yang kelak menorehkan prestasi tinggi dan mengharumkan nama bangsa di pentas global.*Imam Kusnin Ahmad*