Batu Thoif Menjadi Saksi Air Mata Nabi

“Mengesankan”, itulah kata yang diucapkan 300 jamaah haji Bryan Mekkah yang diajak City Tour ke Thaif, yang terkesan bagi ibu Hj.Suyatinah adalah keihklasan Nabi dalam berjuang dakwah dengan lemah lembut tapi dibalas dengan pengusiran dan dilempar batu.

Bagaimana kisahnya ?
Berikut laporan Ustadz Yahya Aziz dari Thaif Mekkah Arab Saudi kepada redaksi MenaraMadinah.Com.

Tepat pkl 07.00 WAS Ahad 7/6/026 jamaah berkumpul di depan lobi hotel doa bersama dipimpin KH.Imam khambali mau berangkat ke Thoif.

Ibu Hj.Suyatinah salah satu pembina majlis taklim di Surabaya dan sangat aktif di pengajian pengajian wilayah Jemur Wonosari Sby amat sangat terkesan dengan perjuangan dakwah nabi di Thaif.

Bayangkan ini: Rasulullah Saw jalan kaki 100 kilometer dari Makkah ke Thaif. Bukan untuk liburan. Beliau bawa satu harapan, satu kalimat: “Sembahlah Allah”.

Sampai di Thaif, beliau temui pembesarnya satu per satu. Lembut. Sabar. Tapi jawabannya? Pengusiran.

Lalu yang lebih perih: anak-anak disuruh melempari beliau dengan batu. Sampai sandal beliau berlumur darah. Malaikat Jibril datang dan bilang, “Kalau engkau mau, aku bisa timpakan gunung ini ke mereka”.

Tapi apa jawab Nabi?
“Allhummahdi Qoumi fainnahum Qoumun La ya’lamun”
“Wahai Allah berilah petunjuk kaunku, karena mereka kaum yang tidak mengetahui”

Di situlah batu-batu Thaif jadi saksi. Saksi air mata yang jatuh. Saksi darah yang mengalir. Tapi juga saksi hati yang tak pernah
dendam.

Peristiwa dakwah Rasulullah ke Thaif itu salah satu momen paling berat, tapi hikmahnya dalem banget. Singkatnya begini :

1.Ikhlas itu diuji dengan penolakan
Beliau jalan kaki 100 km dari Makkah ke Thaif, dilempari batu sampe berdarah, ditolak mentah-mentah. Tapi doa beliau : “Ya Allah, ampuni kaumku karena mereka belum tahu”.
Hikmah: Niat dakwah menyebarkan kebaikan itu bukan mengejar hasil. Tugas kita menyampaikan, hidayah itu urusan Allah.

2.Sabar & lembut vs Marah & Paksaan
Malaikat gunung menawarin buat penghancuran Thaif. Beliau menolak. Bilang “Boleh jadi dari keturunan mereka lahir orang yang menyembah Allah”.
Hikmahnya Orang yang nyakitin kita hari ini bisa jadi sumber kebaikan besok. Makanya balas dengan sabar, bukan dendam.

3.Allah Mengganti Yang Terbaik
Dari Thaif yang menolak langsung diganti peristiwa Isra Mi’raj. Dari penolakan manusia disambut langsung oleh Allah.
Hikmahnya Kalau satu pintu ketutup rapat, bisa jadi Allah lagi menyiapkan pintu langit buat kita.
4.Dakwah butuh strategi
Beliau awalnya menemui pembesar Thaif dulu. Ketika ditolak, baru ke orang awam. Ketika diusir, beliau tetap jaga adab.
Hikmahnya Niat baik harus diimbangi dengancara yang baik dan timing yang pas. Kalau ditolak, mundur selangkah buat menyusun strategi lagi.

Dakwah di Thaif mengajarkan kita kalau terluka karena memperjuangkan kebenaran dakwah itu adalah ujian kesabaran.

Barakallah…semoga bermanfaat…!