Belajar Kehidupan Dari Perjanjian Hudaibiyah

Masjid Hudaibiyah adalah masjid yang bersejarah bagi ummat Islam, 300 jamaah haji Bryan Makkah diajak berdoa bersama di depan masjid lama Hudaibiyah oleh KH.Imam Chambali, tempat perjanjian Rasulullah bersama orang-orang kafir Quraisy.

Bagaimana napak tilas peristiwa perjanjian hudaibiyah ? Apa pelajaran kehidupan dari peristiwa ini ?

Bagaimana kisahnya ? Berikut ini laporan Ustadz Yahya Aziz dari Masjidil Harom Mekkah Arab Saudi kepada redaksi MenaraMadinah.Com.

Setelah habis sholat Isya’ seluruh jamaah Bryan Mekkah berkumpul di lobi hotel dan berdzikir bersama dipimpin oleh KH.Imam Chambali, KH.Syukron Jazilan & KH.Ali Zainal.

Setelah doa selesai 8 bis langsung menuju ke masjid Hudaibiyah.
Masjid Hudaibiyah ada di daerah Hudaibiyah, sekitar 25 km dari barat Mekkah jalan menuju Jeddah.

Masjid ini terkait dengan peristiwa PERJANJIAN HUDAIBIYAH pada tahun 6 H / 628 M.
Masjid ini dibangun di lokasi tempat dimana Nabi Muhammad Saw bersama 1400 sahabat singgah untuk melaksanakan umroh.

Tapi oleh para penguasa kafir Quraisy saat itu melarang dan menghalanginya tidak boleh umroh., maka akhirnya dibuatlah

“Perjanjian Hudaibiyah”, yang isinya :
1). Gencatan senjata 10 tahun di Hudaibiyah, maknanya ummat islam dikasih ruang tumbuh tanpa pedang.
2). Ummat Islam dilarang melaksanakan ibadah umroh.

Secara kasat mata perjanjian ini merugikan ummat islam, para sahabat sangat kecewa sekali.
Dari peristiwa ini turunlah ayat :
انا فتحنا لك فتحا مبينا
“Sesungguhnya Kami mendatangkan kemenangan yang nyata” (Alfath : 1)
Hudaibiyah dulu daerah ini padang pasir yang tandus tempat kafilah berhenti untuk beristirahat.
Sekarang berupa bangunan masjid baru yang direnovasi berkali-kali, kubahnya putih bisa menampung banyak jamaah. Banyak jamaah umroh/ haji mengambil masjid ini sebagai MIQOT untuk niat umroh sebelum masuk Mekkah
Masjid lama hudaibiyah masih ada, bangunan lama dan dipagar besi.

Di depan masjid lama inilah 300 jamaah haji BRYAN MAKKAH diajak KH.Imam Chambali berdoa untuk mengenang perjuangan Rasulullah Saw. Doa beliau :
“Ya Allah semoga jamaah Bryan Makkah diberi kelancaran rizki, seperti mengalir derasnya air zam-zam.
Ya Allah semoga putra putri jamaah Bryan Mekkah diberi ketaatan untuk beragama,senang shalat, senang ngaji dan senang berdzikir.”

Pelajaran Kehidupan dari Perjanjian Hudaibiyah Ini Adalah :
1.Mengalah bukan berarti kalah, tapi strategi untuk sabar menggapai kemenangan
2.Ujian Kedewasaan Hati Ummat Islam.
Selama 10 tahun Nabi Muhammad menunjukkan bahwa seorang muslim bisa dipercaya memegang AMANAH PERJANJIAN. Walaupun syaratnya berat, tetap ditepati. Ini bikin citra muslim naik di jazirah Arab. Musuh jadi segan, netral jadi simpati.
3.Latihan menurunkan ego keangkuhan
Nabi Muhammad memilih syarat “YANG MERUGIKAN”, demi tujuan panjang yaitu stabilitas & ruang dakwah islam semakin meluas.
4.Rugi di mata Manusia, Menang di Mata Allah.
Dengan turunnya wahyu surat alfath ayat 1, Allah memberikan kemenangan yang nyata, maka wibawa islam lebih berharga dari pada larangan untuk ibadah umroh.

Dari peristiwa perjanjian hudaibiyah ini, suatu saat Anda di masyarakat mengalami problematika besar.
Anda kalah,… kelihatan kalah di hadapan manusia. Tapi di mata Allah Anda”MENANG” dengan kemenangan yang nyata.
Jika Anda punya saudara, saudara Anda mau berhutang jutaan rupiah dan Anda memberi dengan janji manis PERJANJIAN LISAN MAUPUN TERTULIS akan mengembalikan uang pinjaman dan Anda memberi.
Tetapi dia melanggar tidak tepat waktu untuk melunasi bahkan ngeyel tidak mau melunasi…heeemmm Anda sabar.. ikhlas..ridlo…Andalah menang.
Kemenangan itu ditandai dengan :
a.Persahabatan saudara tetap terjaga
b.Tiada dendam sesama manusia.
c Rizki Anda bertambah tidak terduga duga, walaupan saudara Anda berhutang yang tidak melunasi.
Itulah KEMENANGAN NYATA bagi Anda.

Barakallah …semoga bermanfaat…