
BLITAR– Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Blitar kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga soliditas organisasi dan mengintensifkan pembinaan atlet guna menghadapi berbagai agenda pertandingan, khususnya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur 2026.
Komitmen ini menjadi inti pembahasan dalam rapat rutin pengurus IPSI yang berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, di Rumah Makan Tlogo Indah Kanigoro Blitar, 1 /6 2026).
Ketua Dewan Pakar IPSI Kabupaten Blitar, Nurhudiana, memaparkan bahwa rapat ini bukan semata proses administratif, melainkan forum penting untuk menyelaraskan visi dan meredam berbagai dinamika yang kadang muncul di internal organisasi.
“Rapat rutin ini kami jalankan demi menjaga komunikasi dan kebersamaan, karena itu adalah roh utama IPSI,” ujarnya.
Nurhudiana menegaskan tujuan utama organisasi adalah menciptakan ruang pembinaan prestasi pencak silat sekaligus melestarikan nilai budaya bangsa lewat olahraga pencak silat.
“Mari kita fokus kembali pada misi utama, jangan sampai terpecah akibat isu yang justru melemahkan kebersamaan,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Dalam rapat, pengurus turut membahas agenda pertandingan yang sangat strategis, mulai dari Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) hingga kejuaraan daerah yang berujung pada persiapan maksimal menghadapi Popda Jawa Timur 2026 yang dijadwalkan berlangsung Oktober hingga November mendatang.
Rencana besar ini memberi momentum agar seluruh pihak bersatu dalam mendukung dan mempersiapkan atlet terbaik.
Salah satu hal penting yang ditekankan Nurhudiana adalah transparansi organisasi. Dalam seleksi atlet hingga pelaksanaan program pembinaan, semua dilakukan dengan prinsip musyawarah, keterbukaan, dan obyektivitas.
Ia membantah segala tudingan yang menyebut adanya ketidakjujuran atau “pemilihan” atlet secara tidak adil berdasarkan afiliasi perguruan tertentu.
“Seleksi kami lakukan terbuka, berdasarkan kualitas dan prestasi yang nyata. Tidak ada diskriminasi terhadap perguruan mana pun. Semua berkesempatan sama, karena tujuan kita adalah mencari atlet terbaik yang bisa mengharumkan Blitar,” jelasnya.
Pendidikan dan pelatihan bagi pelatih maupun juri pun dilaksanakan dengan prinsip inklusif. Seluruh perguruan mendapat kesempatan yang setara untuk mengikuti program peningkatan kapasitas agar standar pembinaan dapat seragam dan berkelanjutan.
Ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan kualitas atlet dan peningkatan prestasi.
Nurhudiana mengajak semua pihak untuk terus memupuk semangat gotong royong dan persatuan dalam membawa IPSI Kabupaten Blitar maju.
“Saat bertanding di gelanggang, kualitas dan ketekunan latihanlah yang akan berbicara. Mari kita wujudkan kebersamaan yang membawa nama baik daerah,” ujarnya optimis.
Kesepakatan bersama untuk kesuksesan Popda Jawa Timur menjadi titik terang bagi kebangkitan IPSI Blitar.
Dengan proses seleksi atlet yang terbuka dan objektif, diharapkan menghadirkan talenta-talenta muda yang siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Kekuatan terbesar IPSI Kabupaten Blitar terletak pada soliditas internal dan komitmen menjaga nilai kebersamaan, sebuah modal utama yang jarang dimiliki organisasi modern.
Keberhasilan sebuah organisasi olahraga tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi bagaimana kultur musyawarah, keterbukaan, dan penghargaan terhadap keberagaman menjadi energi membangun.
Fokus pada pembinaan yang transparan dan inklusif mendorong terciptanya iklim kompetisi sehat yang menghasilkan atlet berkarakter serta berprestasi.
Hal ini juga menumbuhkan kepercayaan antar anggota dan menghilangkan potensi konflik atau kecemburuan yang sering mengganggu kemajuan organisasi.
Lebih dari itu, tradisi pencak silat yang kuat di Kabupaten Blitar menjadi warisan budaya sekaligus identitas daerah yang harus dijaga dan dipertahankan.
Melalui kolaborasi antara pengurus, pelatih, santri, dan stakeholder lainnya, olahraga ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan pembentukan generasi bangsa yang tangguh dan berintegritas.
Dengan semangat persatuan dan profesionalisme, IPSI Kabupaten Blitar menatap masa depan penuh optimisme untuk menghasilkan atlet-atlet pencak silat yang tidak hanya unggul secara teknik tapi juga bermartabat.
Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, harapan besar untuk mengharumkan nama Blitar di kancah regional dan nasional akan terwujud secara nyata.
Mari kita dukung program-program positif ini dan terus perkuat solidaritas agar olahraga tradisi bangsa ini tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.*Imam Kusnin Ahmad*
