
Banyak orang terlalu mudah percaya bahwa Kota Tarim dan Hadramaut otomatis ikut mendapat legitimasi dari hadis-hadis keutamaan Yaman, padahal secara sejarah wilayah Hadramaut pada masa Nabi tidak identik dengan Yaman yang dimaksud dalam riwayat-riwayat tersebut.
Klaim bahwa semua yang berasal dari Hadramaut pasti mewarisi kemuliaan “Negeri Yaman” sering kali lebih mirip propaganda identitas daripada kajian sejarah yang objektif.
Yaman yang dikenal di masa Nabi adalah wilayah sebelah kanan (Yamin) dari Mekah yang telah menerima Islam ketika Rasulullah masih hidup,
Sementara Hadramaut baru masuk Islam belakangan.
Ironisnya, sebagian orang justru sibuk membangun kultus terhadap Tarim,
*tetapi lupa bahwa Yaman yang hari ini dikenal gigih membela Palestina justru berada di wilayah Yaman Utara, negeri yang dalam banyak riwayat disebut tetap teguh bersama Syam di akhir zaman.*
Di Abad 20 Yaman utara dan selatan terpecah karna perbedaan ideologis, yang satu komunis yang satu demokratis.
Yaman utara bekas kekaisaran ottoman, dulunya berhaluan konservatif klasik dan dekat dg Saudi.
Sedangkan Yaman selatan adalah koloni inggris (era kolonialisme abad 19) dan di abad 20 berhaluan komunis ditopang Uni Sovyet.
Yaman/ yamin/ yemen bersatu pada tahun 1990 ketik UniSovyet bubar, dan selama 150 tahun perpecahan akhirnya menjadi republik bersatu dengan ibukota San’aa dan sekarang politik nya masih belum stabil.
