
BLITAR – Suasana haru, syukur, dan kegembiraan luar biasa mewarnai perayaan Maulid ke-42 Madrasah Aliyah Maarif dan Milad ke-19 Pondok Pesantren Al Ma’arif, Bakung, Udanawu. Malam yang bertajuk syukuran ini sekaligus menjadi momen pelepasan siswa dan santri, bertransformasi menjadi pesta rakyat pendidikan yang tak terlupakan.
Tidak hanya meriah dengan hiburan kelas nasional, malam itu juga dipenuhi kejutan manis. Mulai dari kedatangan artis ibukota, bantuan mendadak dari Wakil Bupati, hingga sumbangan fenomenal dari Bupati Blitar untuk tambahan renovasi pembangunan masjid. Sebuah bukti nyata betapa besarnya kasih sayang dan dukungan masyarakat terhadap yayasan lembaga pendidikan yang menaungi lebih dari 6.000 siswa ini.
Tiga Kejutan Manis yang Menghentakkan Hati
Malam itu benar-benar penuh kejutan yang disambut riuh rendah oleh hampir 2.000 undangan yang memadati lokasi.
Kejutan Pertama:
Kehadiran bintang film dan pelawak kenamaan, Kadir Mubarok atau yang lebih akrab disapa Kadir Srimulat. Kedatangannya menjadi bumbu spesial yang membuat suasana makin hidup.
Kejutan Kedua:
Wakil Bupati Blitar H.Becky Herdiasyah yang juga Ketua KONI, secara tiba-tiba memberikan reward dan bantuan sosial sebesar Rp 2.000.000 kepada Malia Elivia, siswi berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi. Sebuah kepedulian yang sangat menyentuh hati.
Kejutan Ketiga – Paling Dinanti:
Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, MM., memberikan kejutan terbesar. Beliau secara mendadak menyerahkan bantuan sebesar Rp 10.000.000 khusus untuk tambahan biaya renovasi Masjid Al Ma’arif yang berada di tengah komplek yayasan pendidikan tersebut.
Yayasan Al Ma’arif Bakung bukanlah lembaga kecil. Dengan total aset kependidikan mulai dari PAUD, TPQ, Madin, MI, MTs, MA, hingga Pondok Pesantren, yayasan ini menampung tidak kurang dari 6.000 siswa dan santri.
Pada kesempatan kali ini, sebanyak 600 siswa dan santri resmi dilepas untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Acara diawali dengan momen yang sangat haru dan khidmat: pembacaan doa, tahlil, dan doa bersama untuk para pendiri, guru, dan siswa yang telah mendahului, khususnya untuk almarhum Drs. KH. Ahmad Jamroji.
Hiburan Kelas Nasional: Mbah Kirun Cs dan Kadir Srimulat
Panitia benar-benar memanjakan hadirin. Selain acara keagamaan, disajikan pula hiburan kelas nasional yang dijamin “bikin perut kaget”. Tiga pelawak gaek Kirun Cs (Mbah Kirun, Yudo, Komet) tampil memukau.
Makin gayeng saat Mbah Kirun mengajak Cak Kadir Mubarok naik ke panggung. Pelawak asal Kediri yang terkenal dengan gaya khas orang Madura ini berinteraksi seru, melontarkan lawakan-lawakan segar yang tak lepas dari dunia pendidikan dan kearifan lokal, menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional. Suasana menjadi sangat cair dan penuh tawa lepas.
Dalam sambutannya, Bupati Rijanto mengaku takjub. “Acara Maulid dan pelepasan siswa ini adalah yang termeriah yang pernah saya hadiri,” ujarnya membuka sambutan.
Beliau juga menyinggung sosok almarhum KH. Ahmad Jamroji, mantan Ketua MUI Blitar dan anggota DPRD selama 5 periode. Menurut Bupati, kontribusi beliau sangat luar biasa, bukan hanya sebagai tokoh pendidikan tapi juga politisi dan pejuang moral yang tangguh.
Bupati menceritakan kembali sejarah heroik
“Zaman KH. Jamroji, beliau bersama tim berhasil menutup tiga lokalisasi pelacuran besar, yaitu Poluwan (Srengat), Pasirharjo (Talun), dan Ngreco (Selorejo). Walaupun sempat demo besar-besaran, beliau tak bergeming.”
Kisah suksesnya pun luar biasa. Kawasan Poluwan yang dulunya tempat maksiat, kini telah bertransformasi total menjadi kawasan religi dan ilmu pengetahuan, tempat berdiri Masjid dan Kampus UNU Blitar.
“Berkat keteguhan beliau dan tim, dukungan warga NU dan Banom, tempat dosa kini berubah menjadi tempat menuntut ilmu,” tegas Bupati dengan bangga.
Hikmah dari acara Maulid Al Ma’arif Bakung Udanawu. Pertama, tentang Kontinuitas dan Syukur. Merayakan ulang tahun lembaga adalah cara kita bersyukur atas perjalanan panjang, sekaligus menghormati jasa para pendahulu seperti KH. Ahmad Jamroji yang telah menancapkan pondasi yang begitu kuat.
Kedua, tentang Transformasi. Seperti halnya bekas lokalisasi yang bisa berubah menjadi kampus dan masjid, begitu pula dengan pendidikan. Ia mampu mengubah kebodohan menjadi kecerdasan, dan mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik.
Ketiga, tentang Dukungan Semesta. Kehadiran pejabat negara, hiburan nasional, dan ribuan warga membuktikan bahwa ketika sebuah lembaga berjalan di jalan yang benar dan bermanfaat, maka dukungan dan rezeki akan datang dari segala arah, bahkan seringkali datang sebagai “kejutan” yang tak terduga.
Semoga Al Ma’arif semakin jaya, mencetak generasi yang sholeh, cerdas, dan berguna bagi nusa dan bangsa. *Imam Kusnin Ahmad*
