
PADANG – Laskar Kalinyamat sukses membawa pulang tiga poin berharga dari markas lawan. Persijap Jepara berhasil menundukkan tuan rumah Semen Padang dengan skor meyakinkan 2-0 dalam lanjutan pekan ke-29 Super League 2026.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion H. Agus Salim, Senin (20/4/2026) sore ini berjalan berbalik ekspektasi. Meski bermain di kandang lawan, Persijap tampil lebih efektif dan mematikan, sementara Semen Padang kesulitan menemukan ritme permainan yang baik.
Sejak peluit awal dibunyikan, tekanan memang datang dari tuan rumah Semen Padang yang sangat membutuhkan kemenangan demi menyelamatkan diri dari jeratan degradasi. Namun, pertahanan Persijap tampil cukup rapi dan sulit ditembus.
Keunggulan tim tamu justru tercipta pada menit ke-37. Berawal dari serangan cepat yang memanfaatkan kelengahan lini belakang, Rendi Saepul dengan tenang menuntaskan peluang menjadi gol. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Persijap dan bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, situasi semakin berat bagi Semen Padang. Wasit menunjuk titik putih setelah pemain Semen Padang melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang. Franca dipercaya menjadi eksekutor dan berhasil menaklukkan kiper lawan. Skor berubah menjadi 2-0 dan menjadi penentu kemenangan.
Di sisa waktu yang ada, Semen Padang berupaya keras bangkit dan menguasai bola. Namun, tempo permainan mereka terasa lambat dan serangan yang dibangun cenderung mudah diantisipasi serta kurang berbahaya bagi pertahanan Persijap.
Sementara itu, Persijap bermain sangat cerdas dengan mempertahankan keunggulan. Mereka tidak perlu bekerja terlalu keras karena lawan gagal menciptakan ancaman nyata. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 tetap bertahan dan kemenangan diraih oleh tim asal Jepara.
Persijap Jepara: Tim tamu tampil sangat efektif dan efisien. Mereka tidak perlu mendominasi penguasaan bola, namun memanfaatkan peluang dengan sangat baik.
Gol Rendi Saepul dan penalti Franca menjadi bukti ketajaman di depan gawang. Pertahanan mereka juga solid dan terorganisir dengan baik sepanjang laga.
Semen Padang: Kekalahan ini semakin memperumit posisi mereka di klasemen. Permainan terlihat kaku dan tempo lambat membuat mereka kesulitan membongkar pertahanan lawan.
Kebutuhan mendesak akan poin membuat mental pemain tampak tertekan, sehingga permainan tidak mengalir sebagaimana mestinya.
Hasil ini membuat posisi kedua tim semakin kontras:
Semen Padang tetap terjebak di bahaya, duduk di peringkat ke-17 (kedua dari bawah) dengan raihan 20 poin.
Persijap Jepara naik sedikit ke posisi lebih aman, berada di urutan ke-13 dengan koleksi 28 poin.
Kemenangan 2-0 ini menjadi modal psikologis yang sangat baik bagi Persijap Jepara menjelang pertandingan-pertandingan selanjutnya. Mereka membuktikan bahwa mampu tampil maksimal bahkan saat bertandang.
Sementara bagi Semen Padang, evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan agar tidak semakin terpuruk dan bisa selamat dari zona merah.*Imam Kusnin Ahmad*
