
Gianyar – Anggota MPR RI Dapil Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan dan konstitusi negara.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 15 Maret 2026 tersebut dilaksanakan di Aula SMA Negeri 2 Gianyar, Jalan Raya Kembangan, Tulikup, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar.
Kegiatan sosialisasi dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi, guru, serta siswa-siswi SMA Negeri 2 Gianyar. Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme dengan partisipasi aktif para peserta selama sesi pemaparan materi dan diskusi berlangsung.
Dalam pemaparannya, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar MPR RI memiliki peranan penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa. Menurutnya, di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus globalisasi, pemahaman terhadap Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus diperkuat agar bangsa Indonesia tetap memiliki jati diri dan persatuan yang kokoh.
“Pancasila adalah fondasi utama bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan, sosial, maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujar Arya Wedakarna di hadapan peserta.
Ia juga menjelaskan bahwa Bung Karno sebagai penggali Pancasila telah meletakkan dasar ideologi bangsa yang mampu menyatukan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di Indonesia. Oleh sebab itu, menurutnya, generasi muda harus memahami sejarah lahirnya Pancasila agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.
Selain membahas Pancasila, kegiatan sosialisasi juga mengupas mengenai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan demokrasi di Indonesia. Materi juga menekankan pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta memaknai Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat persatuan dalam keberagaman.
Narasumber kedua, I Gede Eka Sumaya Putra, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di era digital saat ini. Menurutnya, tantangan generasi muda bukan hanya persoalan pendidikan formal, tetapi juga bagaimana mampu menyaring informasi dan menjaga etika sosial di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.
“Pemahaman terhadap Empat Pilar bukan sekadar teori, tetapi harus menjadi pedoman dalam membangun karakter, toleransi, dan rasa cinta tanah air,” jelasnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah, tantangan persatuan bangsa di era modern, serta pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama dan budaya.
Moderator kegiatan, I Wayan Supiartha, menyampaikan apresiasi atas tingginya semangat peserta dalam mengikuti kegiatan sosialisasi. Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat karakter kebangsaan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda Bali.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional MPR RI sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, yakni memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada seluruh lapisan masyarakat.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan nasional, memperkuat semangat kebangsaan, serta mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari demi terwujudnya Indonesia yang maju, harmonis, dan berkeadilan.
Wayan Supriyatna
