“Keislaman Seseorang Tidak Bisa Diukur dari Penampilan”

Pandeglang – Diar Mandala menekankan bahwa keislaman seseorang tidak bisa diukur dari penampilan fisik, materi, atau jabatan. Hal ini disampaikan saat ia berbicara di sela-sela acara silaturahmi keluarga di Kadupinang, Pandeglang.

“Islam itu tentang nilai dan akhlak, bukan hanya soal penampilan luar,” kata Diar Mandala kepada media.

Diar Mandala menjelaskan bahwa Rasulullah SAW lebih menekankan pentingnya kejujuran, amanah, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. “Kejujuran adalah fondasi penting dalam kehidupan, termasuk dalam urusan ilmu dan sejarah,” ujarnya.

Diar Mandala juga menambahkan bahwa tujuan belajar sejatinya adalah untuk membedakan antara yang benar dan yang salah. “Belajar itu tujuannya satu: supaya kita bisa memisahkan antara yang hak dan yang batil,” katanya.

Dalam konteks dakwah, Diar Mandala menekankan pentingnya menyampaikan pesan dengan cara yang santun, bijak, dan konstruktif. “Dalam menyampaikan pesan, kita harus memperhatikan cara dan bahasa yang digunakan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau konflik,” tambahnya.

Diar Mandala juga menekankan pentingnya memahami makna dan konteks dari ungkapan-ungkapan keagamaan, seperti takbir. “Takbir adalah ungkapan keyakinan kita akan kebesaran Allah SWT, dan harus digunakan dalam konteks yang tepat dan dengan niat yang baik,” katanya.