
Kediri-Menaramadinah. Com Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 Pasangan Sri Winarti dengan Kaseri, menjadi KPM PKH, sejak tahun 2017, Saat itu komponen yang dimiliki adalah: Komponen Kesehatan, yaitu Ibu Hamil dan Komponen Pendidikan, (anak sekolah)
Pasangan yang hidup, sederhana, sabar dan penuh syukur atas segala karunia dari Allah SWT ini dianugerahi tiga anak, Aria Sando Prayogo (anak pertama laki-laki, sekarang tinggal menunggu wisuda S1calon Sarjana Teknik Sipil di Universitas Kahuripan), Ferdiyan Anggi Saputra(Laki-laki, nomor 2 sekarang Klas 11 SMK) dan Liliana Hafiz Putri(Perempuan nomor 3, saat ini baru duduk di Klas 1 MI), mereka adalah anak-anak yang baik.
Sri Winarti, berkulit coklat bersih, gigi yang indah dan rapi dan siung yang unik, segingga kalau tersenyum nampak deretan gigi yang indah.
Mbak Win, demikian panggilan akrapnya, adalah prinadi yang sabar, mudah menerima apa adanya orang Jawa bilang ‘nriman’, suka menolong dan murah hati(suka memberi/menolong).
Satu hal keistimewaan nya adalah: kepedulian yang tinggi terhadap ‘Pentingnya Pendidikan’ bagi anak-anak nya, hal ini terbukti anak pertama nya sudah Lulu’s S1, walaupun awalnya sempat Ada keraguan, bisakah anak nya belajar sampai pendidikan tinggi.
Mbak Win, sangat bersyukur akhir anak sulung bisa sukses berkuliah sebuah prestasi yang sangat membanggakan khususnya anak PKH.
Aria Sando Prayogo adalah anak yang tekun, rajin dan memiliki semangat belajar yang tinggi, sambil bekerja dan masih terus belajar, mengambil program kuliah khusus untuk pekerja(Ekstensen).
Aria, sangat beruntung memiliki orang tua yang sangat memperhatikan belajar, dan pendidikan anak-anak adalah hal yang diutamakan. “Biarlah kami orang tuanya tidal ber pendidikan, tetapi anak-anak harus lebih baik dari kami”: kata Mbak Win, dengan senyum man is nya. Lebih lanjut dia juga menjelaskan bahwa Aria selain anak yang rajin belajar, juga semangat berusaha dalam memenuhi kebutuhan belajar nya, istilah nya belajar sambil bekerja. Hal ini ia lakukan untuk membantu orang tuanya.
Hal yang sangat membanggakan bagi kita semua adalah keputusan Sri Winarti untuk memutuskan ‘Graduasi Mandiri’, artinya mind ur secara sukarela dari keperertaan PKH, walaupun masih memiliki komponen Pendidikan, ya itu dua anak sekolah, yaitu: anak SMK dan SD, alasan utamanya adalah Winarti sudah memiliki usaha sendiri, yaitu: MEMBUAT REMPEYEK.
Usaha ini sudah Lama dirintis, dan sudah bisa bertahan. Awalnya dipasarkan di pasar dengan ditip-titipkan, namun cara ini kurang menguntungkan dan keuangan tidak lancar. “Sampai sekarang masih ada uang yang belum kembali”: aku nya.
Sekarang Mbak Win merubah strategi pemasarannya dengan cara pemesanan, baru dibuatkan, sehingga sangat mengurangi resiko keuangan.
Pesan dulu satu Hari sebelumnya, jadi tidak bisa dadakan. Harga Perkins 60 ribu, bisa diantar minimal 2 kg, boleh setengah kilo gram tapi diambil sendiri, jangkauan pemasarannya masih lokal kandangan.
Alasan Mbak Win yang lain adalah: sudah lebih dari 5 tahun mendapatkan PKH, dan ingin memberikan kesempatan orang lain agar bisa mendapatkan PKH juga, dia mengakui bahwa PKH bagi nya sangat membantu, tetapi is juga menyadari bahwa masih ada orang lain yang kondisi ekonominya dibawahnya. Sedangkan Mbak Win sendiri sudah merasa cukup dengan apa yang sudah dianugerahkan Allah SWT saat ini:”Allhamdulillah, tanggungan anak sekolah sudah huntas satu” :aku Mbak Win dengan senyum penuh syukur. 085730245362 inilah nomor yang bisa dihungi untuk pemesanan REMPEYEK nya yang enak dan gurih. Pemesanan bisa lewat nomor WA diatas, atau datang langsung ke rumah nya: Dsn. Pandean Rt 002 Really 026 Ds. Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Pada akhir wawancara Mbak Win, sangat bertema kasih telah mendapatkan PKH dan bersyukur anak nya telah sukses kuliah nya, tak terbayangkan anak seorang penjual rempeyek menjadi sarjana, do’a dan usaha adalah salah satu kunci sukses nya.
Jangan lelah untuk terus berdo’a, karena kekuatan nya sungguh luar biasa, kekurangan ekonomi jangan menjadi kan halangan untuk kesuksesan anak-anak kita, teruslah berusaha, dan terus do’a kan anak-anak kita, untuk mewujudkan cita-cita dan impiannya menjadi kenyataan.
