بسم الله الرحمن الرحيم *Mencicipi Makanan/Minuman Saat Puasa*

 

Prof. Mahmud Mustain
(Teknik Kelautan ITS, Waketum PP Serikat Nelayan NU)

Mungkin saja diantara kita ada yang belum jelas tentang hukumnya mencicipi makanan saat puasa. Ada yang berhati-hati kuatir membatalkan puasa sehingga tidak berani mencicipi. Sehingga masakan yang sudah jadi tidak bisa ada kejelasan akan persis rasanya yang diinginkan. Sebaliknya ada yang terkesan gegabah begitu tidak ragu mencicipi masakan di saat menjalani ibadah puasa dan tidak takut batal puasanya.

HR. Bukhari (No. 1929) memberikan batasan tentang mencicipi makanan/minuman saat menjalani puasa (Modified AI, 2026).

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ لَا بَأْسَ أَنْ يَذُوقَ الْخَلَّ أَوْ الطَّعَامَ مَا لَمْ يَدْخُلْ حَلْقَهُ وَهُوَ صَائِمٌ

Artinya: Dari Ibn Abbas RA, bahwa tidak ada masalah mencicipi cuka atau makanan saat puasa, asalkan tidak masuk ke dalam tenggorokan.

Penjelasan:
Hadits ini menunjukkan bahwa mencicipi makanan saat puasa adalah diperbolehkan, asalkan tidak masuk ke dalam tenggorokan. Namun, perlu diingat bahwa mencicipi makanan saat puasa harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak berlebihan, agar tidak membatalkan puasa.

HR. Abu Dawud (No. 2352)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ذَاقَ أَحَدُكُمْ الطَّعَامَ فَلَا يَبْلَعْهُ فَإِنْ كَانَ صَائِمًا

Artinya: Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah satu dari kalian mencicipi makanan, maka janganlah menelannya, jika ia sedang berpuasa.”

Penjelasan:
Hadits ini menunjukkan bahwa mencicipi makanan saat puasa harus dilakukan dengan hati-hati, dan tidak boleh menelan makanan tersebut. Jika makanan tersebut tidak sengaja tertelan, maka puasa tidak batal, namun perlu diqadha’ (diganti) jika makanan tersebut banyak.

Alhasil mencicipi makanan tidak membatalkan puasa asal tidak masuk sampai tenggoroan. Kita tahu bahwa sensor rasa adalah berada di mulut. Masing-masing rasa sensornya semuanya ada di mulut utamanya di lidah.

Rincian rasa sensor rasanya ada di lidah adalah sebagai berikut (Modified AI, 2026):

1. *Manis*: Rasa manis dapat dirasakan di ujung lidah, terutama pada bagian depan.
2. *Asam*: Rasa asam dapat dirasakan di sisi lidah, terutama pada bagian samping.
3. *Gasa*: Rasa gasa (pedas) dapat dirasakan di bagian belakang lidah dan di langit-langit mulut.
4. *Asin*: Rasa asin dapat dirasakan di bagian depan lidah, terutama pada bagian ujung.
5. *Umami*: Rasa umami (gurih) dapat dirasakan di bagian belakang lidah dan di langit-langit mulut.

Namun, perlu diingat bahwa rasa sensor dapat berbeda-beda pada setiap orang dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti genetik, lingkungan, dan kebiasaan makan.

Semoga manfaat barokah selamat dunia sampai akhirat aamiin.

Mekkah,
25 Romadlon 1447
atau
14 Maret 2026
m.mustain