Serangan Terhadap Iran dan Pakestina, Panggilan Solidaritas Dan Keadilan Global.

JOMBANG–Ulama muda Nahdltul Ulama Muda yang juga pengasuh Pondok Pesanteren Pesantren Mambaul Ma’ruf Denanyar Jombang, KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), menyoroti situasi geopolitik dunia yang semakin memanas akibat serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dalam acara Peringatan Nuzulul Qur’an yang juga dirangkaikan dengan penutupan khataman kitab Ramadhan serta doa untuk rakyat Iran dan Palestina, dia menyatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda keagamaan semata, melainkan wujud empati dan solidaritas kemanusiaan terhadap saudara muslim yang menjadi korban konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam keterangannya pada Sabtu (7/3/2026), Gus Salam menjelaskan bahwa peringatan tersebut merupakan bentuk dukungan atas nama kemanusiaan dan keadilan. Menurutnya, konflik yang terjadi beberapa waktu terakhir telah menimbulkan korban sipil yang banyak dan memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Serangan militer yang dilancarkan pada 28 Februari 2026 telah menewaskan sejumlah besar orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Hosseini Khamenei beserta keluarganya, serta ribuan warga sipil. Gus Salam menilai serangan tersebut sebagai tindakan brutal yang melanggar prinsip kemanusiaan dan hukum internasional, terutama karena dilakukan di tengah upaya mediasi yang dipimpin oleh Oman serta saat umat Islam menjalankan ibadah Ramadhan.

“Serangan tersebut telah menelan banyak korban sipil, terutama anak-anak. Ini adalah tindakan yang sulit diterima oleh akal sehat,” tegasnya.

Selain kondisi di Iran, Gus Salam juga mengangkat persoalan Palestina, khususnya di kawasan Gaza Strip dan Tepi Barat yang hingga kini masih mengalami kekerasan akibat operasi militer Israel. Menurutnya, tragedi kemanusiaan di kedua kawasan tersebut semakin memperlihatkan krisis keadilan di tingkat global.

Eskalasi konflik saat ini berpotensi meluas mengingat keterlibatan sejumlah negara di Timur Tengah. Hal ini tidak lepas dari keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara kawasan Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Irak, dan Kuwait yang menjadi sasaran serangan balasan Iran.

Selain itu, konflik juga berpotensi menyebar ke Lebanon melalui kelompok Hizbullah serta memicu ketegangan baru di kawasan Kaukasus, termasuk Azerbaijan.

“Konflik global ini tidak terlepas dari peran Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai aktor utama di balik berbagai konflik di kawasan Timur Tengah,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Salam mengangkat posisi Indonesia yang saat ini bergabung dalam inisiatif Board of Peace (BoP) yang digagas Donald Trump.

Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut perlu dikaji ulang karena bukan merupakan lembaga resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kendalinya berada langsung di tangan Trump.

“Indonesia tidak seharusnya berada dalam posisi yang dapat mengurangi independensi politik luar negeri kita. Keluar dari BoP adalah harga mati,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa sikap politik luar negeri Indonesia seharusnya tetap berpegang pada prinsip yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan serta menjunjung tinggi kemanusiaan dan keadilan.

Selain itu, Indonesia juga memiliki komitmen historis melalui Konferensi Asia Afrika 1955 yang menegaskan sikap politik bebas aktif serta penolakan terhadap kolonialisme dan dominasi kekuatan besar.

Menurut Gus Salam, upaya penyelesaian konflik global harus dilakukan melalui mekanisme internasional yang sah, terutama melalui PBB, bukan melalui inisiatif sepihak yang dikendalikan oleh kekuatan politik tertentu.

Perdamaian dunia hanya dapat terwujud apabila prinsip kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara benar-benar ditegakkan.

“Kita berharap perang segera berakhir, genosida dihentikan, dan kedaulatan negara dikembalikan agar kemanusiaan dan keadilan dapat ditegakkan. Saya mengajak umat Islam sedunia untuk bersatu dalam memperjuangkan keadilan bagi saudara kita di Iran dan Palestina,” pungkasnya.

Doa untuk Rakyat Palestina dan Iran.

Ya Allah, limpahkan rahmat-Mu kepada seluruh umat Islam di dunia, khususnya di Palestina dan Iran. Lindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, perang, dan penderitaan. Hapuslah kesusahan dari dada mereka, berikanlah keteguhan hati dan kekuatan kepada mereka dalam menghadapi cobaan.

Ya Allah, berikanlah kemenangan kepada yang benar, hentikanlah segala bentuk penindasan dan genosida. Satukanlah hati dan langkah umat Islam di seluruh dunia dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian.

Jadikanlah tanah Palestina dan Iran sebagai negeri yang damai, makmur, dan penuh berkah. Ya Allah, kabulkanlah doa kami, Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.*Imam Kusnin Ahmad*