SURABAYA–Sarasehan UINSA digelar pada Kamis(5/3/2026).Temanya “Menjaga Marwah, Menguatkan Arah UINSA sebagai Pusat Keunggulan Global dan Kepemimpinan Transformasi”.Acara dihadiri sekitar 250 alumni dan sembilan guru besar.

UINSA berada di peringkat ke-6 di antara PTKIN.Padahal, kampus terletak di kota terbesar kedua Indonesia.
Para narasumber menyampaikan berbagai keprihatinan.Prof Rubaidi menyatakan diri sebagai calon rektor.
Ia soroti kesenjangan antara potensi dan prestasi ilmiah.
Prof Muhibbin Zuhri kritik tren kapitalisme di dunia pendidikan.
Prof Nur Syam ingatkan pentingnya revolusi kurikulum.Ia juga kritik guru besar yang tidak berkontribusi.
Mantan rektor Prof Masdar Hilmy menegaskan.Visi pendidikan tidak boleh terisolasi.Alumni harus terlibat dalam setiap langkah strategis kampus.
*PROGRAM “ALUMNI RESEARCH PARTNER”*
Alumni dari berbagai sektor jadi mitra penelitian.Mereka berikan data lapangan dan akses lokasi.Juga berikan wawasan praktis untuk kajian akademik.
Kolaborasi sedang direncanakan.Alumni kesehatan kerja sama dengan fakultas terkait.Mereka akan riset kesehatan masyarakat berbasis nilai agama.
Alumni teknologi akan bantu penelitian AI dalam pendidikan keagamaan.
Juga bantu digitalisasi kitab kuning.
*UINSA ALUMNI RESEARCH FUND*
Dana dikumpulkan dari kontribusi alumni.
Untuk mendanai penelitian inovatif.Fokus pada bidang unggulan UINSA.
Bidang tersebut antara lain studi agama, hukum Islam, ekonomi syariah, dan pendidikan keagamaan.Dana juga digunakan untuk publikasi di jurnal internasional.
Serta biaya konferensi ilmiah.
Panitia pengelola independen dibentuk.
Untuk memastikan transparansi.Mereka beri laporan berkala tentang penggunaan dana.
*WORKSHOP DAN SEMINAR KOLABORATIF*
Alumni ahli jadi narasumber atau moderator.
Workshop fokus pada metode penelitian modern.Juga teknik penulisan makalah ilmiah.
Seminar diadakan secara berkala.Menghadirkan pakar dari dalam dan luar kampus.Untuk memperluas jaringan akademik.Acara ini juga jadi ajang kemitraan dengan lembaga riset lain.
*PROGRAM MENTOR-MENTEE PENELITIAN*
Alumni dengan track record baik pasangkan dengan dosen muda.Juga dengan mahasiswa pascasarjana.
Para mentor beri bimbingan menyeluruh.Dari perencanaan hingga penyusunan naskah publikasi.Program ini meningkatkan kualitas karya ilmiah.Juga membangun warisan pengetahuan antar generasi.
*LANJUTAN IMPLEMENTASI*
Ketua Umum IKA UINSA Dr. Ida Fauziyah menegaskan.
Alumni bukan hanya bagian dari sejarah.Melainkan bagian penting dari masa depan kampus.
“Dengan menggerakkan potensi alumni, kita ciptakan ekosistem penelitian yang mandiri,” katanya.
Prof Masdar Hilmy juga mendukung.Kolaborasi memperkuat integrasi kurikulum dengan kebutuhan praktis.Hasil penelitian bisa jadi solusi bagi masyarakat.
Tim kerja khusus sudah menyusun roadmap.
Tahap awal adalah pendataan alumni berkeahlian.Juga sosialisasi untuk mengumpulkan dukungan.
Program “Alumni Research Partner” mulai dengan kolaborasi pilot.Prof Rubaidi dukung penuh.”Jika saya memimpin, kolaborasi alumni jadi prioritas utama,” ujarnya.
Tujuan program ini jelas.UINSA ingin naik peringkat di antara PTKIN.Juga jadi contoh bagi perguruan tinggi lain.
Karya ilmiah diharapkan jawab tantangan bangsa.Dan bantu membangun peradaban yang lebih baik.Sesuai semangat awal berdiri UIN Sunan Ampel.*Imam Kusnin Ahmad*
