
Jakarta-kini rakyat mulai kritis kemana uang hasil pajak alam kok tidak ada. Yang ada hanya pajak rakyat untuk APBD dan APBN.
“Kalau rakyat bertanya ke mana hasil kekayaan alam pergi, itu bukan makar. Itu akal sehat. Negara ini berdiri di atas tanah yang kaya, laut yang luas, dan tambang yang melimpah. Tapi anehnya, yang paling rajin dipungut justru keringat rakyat lewat pajak.
Demonstrasi seperti ini bukan sekadar teriak di jalan. Ini tanda bahwa ada kegelisahan rasional. Rakyat sedang menguji konsistensi negara: apakah kekayaan alam benar-benar untuk kemakmuran bersama, atau hanya jadi angka di laporan dan privilese segelintir orang.
Pemerintah seharusnya tidak alergi pada kritik. Karena kritik itu vitamin demokrasi. Kalau mahasiswa bertanya ‘mengapa pajak terus digenjot sementara sumber daya alam melimpah?’, itu pertanyaan ekonomi-politik yang sah.
Jangan takut pada spanduk. Takutlah kalau rakyat sudah berhenti bertanya.”
MM
