
BLITAR – Bupati Rijanto bersama jajaran perangkat daerah melakukan peninjauan terhadap sejumlah fasilitas umum dan destinasi potensial di Kabupaten Blitar pada Selasa (24/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan kenyamanan serta kemudahan akses masyarakat terhadap ruang publik, sekaligus mengevaluasi potensi pengembangan untuk mendukung kualitas hidup dan perekonomian daerah. Sebanyak enam titik lokasi menjadi fokus peninjauan, mulai dari kawasan wisata religi, ruang terbuka hijau, hingga kawasan strategis yang berpotensi direvitalisasi.
Lokasi yang ditinjau meliputi kawasan Makam Syech Subakir (Kecamatan Nglegok), pedestrian RTH Wlingi, Telaga Blumbanggedhe (Desa Soso), Sanggar Pusaka Gong Kyai Pradah (Lodoyo), eks Pasar Kanigoro, dan pedestrian playground Alun-alun Kanigoro.
Bupati Rijanto tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga mengevaluasi aspek penataan kawasan, aksesibilitas, dan peluang pengembangan di masa depan.
Menurutnya, survei lapangan ini menjadi bagian krusial dalam perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
“Survei lokasi ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat merasa nyaman saat mengakses fasilitas umum maupun saat berkunjung ke wisata religi. Kita ingin ruang-ruang publik di Kabupaten Blitar benar-benar ramah dan representatif,” jelas Rijanto pada Rabu (25/2/2026).
Di kawasan Makam Syech Subakir, perhatian difokuskan pada peningkatan akses jalan, area parkir, dan fasilitas penunjang bagi para peziarah. Sementara di RTH Wlingi dan pedestrian Alun-alun Kanigoro, penataan jalur pejalan kaki serta keamanan pengunjung menjadi poin utama yang dievaluasi.
Telaga Blumbanggedhe yang memiliki potensi wisata alam juga menjadi bahan analisis mendalam. Pemerintah daerah menilai kawasan ini berpeluang dikembangkan sebagai destinasi alternatif berbasis lingkungan jika didukung oleh infrastruktur yang memadai.
Peninjauan di Sanggar Pusaka Gong Kyai Pradah Lodoyo menjadi bentuk komitmen dalam melestarikan budaya lokal. Lokasi ini memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat, sehingga membutuhkan penataan yang mampu menjaga keaslian budaya sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Sementara itu, eks Pasar Kanigoro disorot sebagai kawasan strategis yang berpotensi direvitalisasi agar kembali produktif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat sekitar.
Rijanto menegaskan bahwa hasil survei akan menjadi dasar perumusan kebijakan dan langkah teknis bagi perangkat daerah ke depan. Ia menekankan bahwa pembangunan di Kabupaten Blitar tidak hanya berorientasi pada tampilan fisik semata, tetapi harus memberikan dampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kita tidak ingin pembangunan sekadar terlihat bagus, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
*Motivasi*
Dengan melakukan survei menyeluruh terhadap berbagai fasilitas umum, Pemerintah Kabupaten Blitar menunjukkan komitmen yang kuat untuk menghadirkan ruang publik yang aman, tertata rapi, dan mampu menjadi kebanggaan bersama.
Setiap langkah evaluasi dan perencanaan yang dilakukan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk mempersiapkan Kabupaten Blitar menjadi daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat Blitar untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan potensi daerah.
Mari kita dukung setiap upaya pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, sehingga Kabupaten Blitar tidak hanya memiliki fasilitas yang baik, tetapi juga menjadi tempat yang nyaman dan makmur untuk dihuni oleh semua lapisan masyarakat.*Imam Kusnin Ahmad*
