Oleh: Diar Mandala 🇮🇩
Jakarta – Cinta memang mulia, tapi kebenaran tidak bisa hanya berdasarkan perasaan saja. Butuh dasar yang kuat, butuh dalil yang jelas. Dalam Islam, kebenaran harus didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadis.
Ulama memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kemurnian ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Ulama adalah pewaris para nabi” (HR. Abu Dawud). Oleh karena itu, ulama tidak boleh diam saja ketika ada khurofat yang disebarkan, seperti klaim bahwa seseorang bisa pergi ke Sidratul Muntaha 70 kali dalam satu malam atau bahwa salah satu wali Habib bisa menurunkan rantai emas dari langit. Masih banyak lagi khurofat-khurofat lainnya yang perlu diluruskan.
Buku “Membongkar Ajaran Khurofat Habib Baalwi” karya Abdul Aziz Jazuli, Lc, MH dan KH KRT Nur Ihyak Hadinegoro membahas secara detail dan ilmiah tentang kesalahan-kesalahan ini. Menurut penulis, “Jika ulama diam, berarti mengiyakan kesalahan itu. Ulama harus bersuara, karena sabda Nabi harus suci dan tak tercela.”
Mari kita dukung ulama yang berani bersuara untuk kebenaran, agar umat Islam tetap berada di jalan yang lurus.
