
Probolinggo-menaramadinah.com-Daftar Lengkap Barang Hilang Milik Turis Thailand di Kawasan Bromo Insiden pencurian yang menimpa rombongan wisatawan asal Thailand di pendopo pemberhentian bus Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, menyisakan kerugian besar. Peristiwa yang terjadi saat kunjungan wisata ke Gunung Bromo itu membuat tujuh koper dan tas berisi barang berharga dilaporkan hilang.
Berikut rincian barang yang dinyatakan raib berdasarkan laporan korban kepada Polres Probolinggo:
🔴 Barang milik Kanthuma Puk
1 tas merah
Perlengkapan make up
Pakaian pribadi
Dompet berisi uang tunai sekitar Rp3.251.046
⚫ Barang milik Chinnapat Jadcharoen
1 backpack hitam-merah
Kamera digital Ricoh GR IV (perkiraan nilai ± Rp26,5 juta)
1 unit iPhone 13 Pro
Earphones
Pakaian pribadi
⚫ Barang milik Ananya Seeda
1 backpack hitam
iPad Air 5
Redmi Note 15
Pakaian
🟡 Barang milik Naowarat
1 tas kuning
Pakaian pribadi
⚫ Barang milik Sawatphiphatphon
1 tas hitam
Pakaian
⚫ Barang milik Chanidapa Pavichievac
1 backpack hitam
Pakaian
Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, terutama karena hilangnya perangkat elektronik bernilai tinggi dan uang tunai.
Pihak kepolisian menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung, meliputi pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian, serta penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi parkir. Aparat juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk membantu proses pengungkapan kasus.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena menyangkut rasa aman wisatawan asing di destinasi unggulan Jawa Timur. Upaya pengungkapan pelaku dan pemulihan barang korban masih terus dilakukan.
Bupati Probolinggo Mohammad Haris sangat menyayangkan insiden pencurian tujuh koper milik rombongan wisatawan asal Thailand di wilayah Kecamatan Sukapura pada Minggu (15/2/2026). Kejadian kriminal yang menyasar turis mancanegara tersebut kini menjadi atensi serius Pemerintah Kabupaten Probolinggo demi menjaga reputasi pariwisata internasional Gunung Bromo.
Saat dikonfirmasi pada Senin (16/2/2026), dr. Haris menyatakan kendaraan yang membawa rombongan wisatawan tersebut diketahui tidak menggunakan fasilitas parkir resmi. Kendaraan justru terparkir di bahu jalan samping museum yang berada di luar jangkauan pengawasan petugas keamanan setempat.
“Info yang kami dapatkan, kendaraan parkir di pinggir jalan, tidak di area parkir yang telah ditentukan, persisnya di pinggir jalan samping museum,” tulis dr. Haris melalui WhatsApp.
Ia menegaskan bahwa pemilihan lokasi parkir yang tidak resmi sangat berisiko terhadap keamanan barang bawaan wisatawan karena minim pengawasan.
MM
