بسم الله *Aktifitas di Akhir Sya’ban*

 

Prof. Mahmud Mustain
(Teknik Kelautan ITS, Waketum PP Serikat Nelayan NU)

Telah menjadi pengadatan bahwa kegiatan kita sebagai bagian dari umat Islam di akhir sya’ban ini adalah mempersiapkan kehadiran bulan Romadlon. Sesuatu yang besar adalah keistimewaannya, yakni kualitas ibadah akan menjadi berlipat ganda. Pada momen kualitas ibadah itu ada ujian besar berupa kuwajiban berpuasa. Dengan demikian kita perlu menata diri baik dalam bentuk aktifitas maupun bathiniyah.

QS Al-Baqarah: 183 menjelaskan tentang perintah berpuasa tersebut, yakni:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Tafsir ayat ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Islam, seperti yang telah diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya, untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT (Modified AI, 2026).

Aktifitas pertama dan terpenting yang harus didahulukan adalah berupa bathiniyah, yakni amalan hati. Hati kita ajak ber-azam yakni lebih dari niat, sebab jelas akan kita lakukan dengan senang memasuki bulan romadlon. Senang yang karena Allah SWT, senang yang tidak dipaksakan meskipun terbayang harus puasa dan tetap bekerja misalkan. Sungguh ini tidak mudah dan tidak bisa dibuat-buat, kecuali karena Iman dan lillahi ta’ala.

Aktifitas berikutnya adalah fisik, kita siapkan kita evaluasi dan kita perbaiki ibadah kita terutama sholat kita. Barangkali ada yang masih bolong-bolong karena aktifitas kerja dan sebagainya, sholat jamaah dan sunnah rowatibnya, syukur sebelum adzan sudah di masjid. Kemudian juga tentang tuma’ninah dan kekhusyu’an sholatnya. Sampai dengan amalan-amalan di luar sholat seperti baca Al-Qur’an, dzikir, shodaqoh dan lain-lainnya.

Berikutnya adalah aktifitas fisik yang terkait dengan hubungan sesama manusia. Kita lakukan silaturrahim kepada sanak famili dan kerabat juga kolega, untuk mohon maaf dan mohon saling mendoakan supaya bisa mengisi romadlon dengan sebaik-baiknya. Mohon maaf mungkin baru bisa menyelesaikan janji atau hutang yang selama ini belum terbayar.

Aktifitas berikutnya adalah fisik berupa ziaroh ke maqam pendahulu kita. Terutama bagi kita-kita yang orang tua sudah wafat, sungguh kebahagiaan yang luar biasa bagi orang tua yang sedang menunggu kiriman putra-putrinya di alam barzah, kemudian mendapatkan pahala baca yasin tahil dan doa. Jangan ragu apalagi tidak percaya tentang hal ini. Ini adalah keyaqinan yang sudah ditanamkan oleh pendahulu kita.

Terakhir adalah aktifitas fisik berupa bebersih dan menghias tempat tinggal. Mari kita bebersih mulai dari dalam rumah sampai dengan halaman serta mengikuti kerja bakti misalkan bebersih di maqom. Jangan sampai kita masih disibukkan bebersih ini ketika layaknya menikmati ibadah di bulan romadlon. Semoga bisa demikian aamiin.

Semoga manfaat barokah selamat dunia sampai akhirat aamiin.

Surabaya,
24 Sya’ban 1447
atau
11 Februari 2026
m.mustain