
Jeddah-Insiden meninggalnya seorang jemaah umrah asal Makassar di Arab Saudi memicu sorotan publik. Jemaah bernama Maemuna dilaporkan wafat saat menunggu keberangkatan di Bandara King Abdulaziz International Airport, setelah penerbangan yang akan membawanya pulang mengalami penundaan hingga dua hari.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (5/2/2026). Informasi awal menyebutkan, korban diduga meninggal akibat kedinginan saat berada di area bandara Jeddah, tempat rombongan jemaah menunggu kepastian keberangkatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menjelaskan keterlambatan penerbangan disebabkan gangguan teknis pada pesawat milik Flyadeal.
“Kejadiannya tanggal 5 Februari kemarin. Informasi yang saya dapat, kaca pilot retak. Pesawatnya sudah di Bandara Jeddah mau jemput jemaah ternyata setelah diperiksa kaca pilot retak,” kata Ikbal, dilansir dari detiksulsel, Rabu (11/2/2026).
Menurut Ikbal, maskapai telah melaporkan kejadian tersebut dan sempat mengarahkan jemaah untuk menunggu di hotel. Namun, tidak seluruh rombongan memilih opsi tersebut.
Sebagian Jemaah Bertahan di Bandara
Ikbal menyebut, rombongan jemaah yang terdampak delay berasal dari beberapa travel. Di tengah ketidakpastian jadwal keberangkatan, sebagian jemaah memutuskan tetap menunggu di bandara.
“Jadi jemaah diarahkan oleh pihak maskapai Flyadeal ke hotel. Ternyata ada sebagian jemaah, rombongan, bukan satu travel, banyak travel di situ. Ada yang ke hotel, ada yang mau tetap di bandara menunggu sampai pesawat bagus,” jelasnya.
Terkait penyebab wafatnya korban, Ikbal menyampaikan dugaan sementara yang masih menunggu hasil penelusuran lebih lanjut.
“Jadi ini yang menunggu di bandara, mungkin kedinginan, makanya ada yang meninggal itu. Informasinya sih meninggal karena kedinginan,” ujarnya.
Pihak Kanwil Kemenhaj Sulsel menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari maskapai dan penyidik internal. Ikbal menegaskan, dugaan korban wafat akibat kelaparan tidak kuat.
“Kalau kelaparan, kan banyak makanan di bandara. Maskapai harusnya dia bertanggung jawab, tapi Flyadeal juga sudah berniat bagus karena sudah menawarkan untuk ke hotel. Begitu saya dapat info sementara yah, ini sementara diperiksa pihak maskapainya sama penyidik Kemenhaj,” katanya.
Viral di Media Sosial
Peristiwa ini ramai diperbincangkan di media sosial. Sebuah video memperlihatkan jemaah yang meninggal dunia dibungkus kain putih dan dibaringkan di kursi tunggu bandara.
Dalam video tersebut, perekam menyebut rombongan jemaah asal Makassar mengalami penundaan penerbangan selama dua hari tanpa kompensasi dan penanganan medis.
“Meninggal satu jemaah, pesawat Flyadeal, ini kita rombongan dari Makassar, ini semua yang sudah delay 2 hari tanpa dikasih kompensasi apapun. Dokter pun juga tadi tidak ada, sampai sekarang sampai meninggal dunia tidak ada,” katanya
