Gubernur Khofifah Tinjau Stadion Gajayana, Pastikan Kesiapan Akhir Mujahadah Kubro 1 Abad NU.

 

Oleh : Imam Kusnin Ahmad SH. Wartawan. Aktif di Devisi Jaringan Media dan IT PW ISNU Jawa Timur.

Kota Malang memasuki fase krusial menjelang pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada tanggal 7–8 Februari 2026. Sebagai lokasi utama acara berskala nasional ini, Stadion Gajayana menjadi fokus perhatian penuh dari berbagai pihak.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara langsung melakukan peninjauan lapangan pada Rabu (4/2/2026) sore, bersama jajaran terkait dari PWNU Jawa Timur dan Pemerintah Kota Malang, dengan tujuan memastikan seluruh aspek kesiapan berjalan sesuai rencana agar kegiatan berlangsung khidmat, aman, dan tertib bagi ratusan ribu jemaah yang akan hadir.

*Kesiapan Panitia Dan Pemerintahan: Sinergi Lintas Sektor Untuk Keberhasilan Acara*

Persiapan Mujahadah Kubro 1 Abad NU telah direncanakan secara matang sejak beberapa bulan yang lalu, dengan kolaborasi erat antara Panitia Penyelenggara, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PWNU Jawa Timur, dan Pemerintah Kota Malang. Kerjasama lintas sektor ini menjadi fondasi utama dalam memastikan setiap detail acara dapat berjalan dengan lancar.

*Peninjauan Lapangan pada Titik Vital Stadion*

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) serta Wali Kota Malang Wahyu Hidayat melakukan pengecekan menyeluruh pada berbagai area kunci yang akan menjadi pusat kegiatan. Salah satu fokus utama adalah progres pembangunan panggung utama yang menjadi tempat ibadah massal dan berbagai sesi penting acara. Pekerjaan konstruksi panggung telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung secara penuh pada Kamis (5/2/2026), tepat dua hari sebelum acara dimulai.

Selain panggung utama, tim juga mengecek kelengkapan fasilitas umum seperti area wudhu, toilet umum, titik penyediaan air minum, dan ruang pendukung lainnya yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sekitar 100 ribu jemaah yang diperkirakan akan hadir. Tidak hanya itu, mereka juga menilai daya tampung area stadion secara keseluruhan dan memverifikasi skema pengaturan aliran masuk serta pergerakan jemaah dari berbagai pintu akses, termasuk rute evakuasi darurat yang telah disiapkan.

*Perencanaan Terarah untuk Jumlah Jemaah yang Besar*

*Dengan proyeksi jumlah jemaah yang sangat besar, panitia dan pihak terkait telah menetapkan tiga aspek krusial yang menjadi prioritas utama:

*Keamanan publik: Tim keamanan yang terdiri dari aparatur kepolisian, TNI, dan relawan telah dibentuk dan diberikan pembekalan khusus untuk menjaga ketertiban serta mencegah segala bentuk gangguan selama acara berlangsung. Titik pos keamanan telah ditempatkan di seluruh area stadion dan sekitarnya.

*Kenyamanan jemaah: Selain fasilitas dasar, panitia juga menyediakan area istirahat, titik informasi, dan pos kesehatan yang siap menangani berbagai kondisi darurat. Penyediaan makanan dan minuman juga telah diatur dengan memperhatikan aspek kebersihan dan keselamatan pangan.

*Kelancaran lalu lintas: Pemerintah Kota Malang telah menyusun skema pengalihan lalu lintas serta area parkir khusus untuk kendaraan jemaah dan alat transportasi umum yang akan dialirkan untuk memudahkan akses, sehingga aktivitas sehari-hari masyarakat lokal tidak terganggu secara berlebihan.

*Rapat Koordinasi Terakhir untuk Pematangan Persiapan*

Setelah menyelesaikan peninjauan lapangan, Gubernur Khofifah langsung menggelar rapat koordinasi dadakan bersama seluruh panitia penyelenggara, unsur pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya di area stadion. Rapat yang dimulai sejak sore hari berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WIB, membahas secara mendalam pematangan teknis terakhir dan pembagian tugas yang jelas antar lintas sektor. Setiap elemen pendukung acara telah diberikan arahan untuk menjalankan perannya dengan maksimal dan siap melakukan koordinasi yang cepat jika terjadi kondisi tak terduga.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan bahwa kunjungan dan koordinasi bersama Gubernur merupakan bentuk komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran agenda keagamaan NU yang bersejarah. “Kita cek langsung seluruh kesiapan jelang Mujahadah Kubro bersama Bu Gubernur. Ini bentuk komitmen agar Kota Malang siap menjadi tuan rumah yang baik, ramah, dan mampu memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh jemaah,” pungkas Walikota.

Dengan segala kesiapan yang terus dimatangkan secara seksama, kita panjatkan doa semoga Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama berjalan dengan sukses penuh, tanpa hambatan apapun. Semoga acara ini menjadi wadah yang berkualitas bagi doa, dzikir, dan peringatan satu abad perjalanan panjang Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan nilai-nilai kebaikan, keadilan, dan persatuan bangsa.

Semoga seluruh upaya yang telah dikeluarkan oleh panitia, pemerintah daerah, relawan, dan seluruh pihak terkait mampu menjamin keselamatan, ketertiban, dan khidmatnya ibadah massal tersebut. Mari kita jadikan momen bersejarah ini sebagai momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat tali silaturahmi antar sesama umat, serta menguatkan semangat gotong royong yang menjadi jiwa dan karakter khas bangsa Indonesia. Semoga berkah dan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala selalu menyertai seluruh rangkaian acara dan setiap individu yang terlibat serta hadir dalam Mujahadah Kubro 1 Abad NU.*Wallahul A’lam Bishawab*